Tarif Trump 19% Bukti Gagalnya Negosiasi Pemerintah dan Tunduk Kepentingan AS

Rabu, 16 Juli 2025 - 21:49 WIB
Baca Juga: Bukan Cuma-cuma, Impor Minyak hingga Beli Pesawat AS Jadi Syarat Trump Pangkas Tarif Indonesia 19%

Selain itu, dalam negosiasi ini tidak ada penurunan tarif impor dari AS ke Indonesia. Produk-produk AS justru masuk ke pasar Indonesia tanpa hambatan, sementara ekspor Indonesia ke AS dikenai tarif tinggi sehingga menimbulkan ketidakseimbangan perdagangan yang merugikan posisi Indonesia.

"Jauh berbeda dengan perjanjian perdagangan lain, seperti dengan Uni Eropa didasari prinsip saling menguntungkan dan akses pasar yang adil. Di sini, kita malah dirugikan," ujarnya.

Dia mengigatkan sikap Indonesia yang tunduk pada tekanan AS ini memberikan sinyal negatif kepada negara lain. Posisi Indonesia dinilai sebagai mitra yang bisa ditekan sepihak sehingga berpotensi membuka celah bagi tekanan serupa di masa depan.

Dia juga membandingkan posisi Indonesia dengan Vietnam, Malaysia, dan India. Meskipun terikat dalam negosiasi, tetap menjaga batasan agar tidak merugikan kepentingan domestik mereka secara signifikan. "Kita terjebak dalam pembelian jangka panjang yang berisiko karena politik AS sangat dinamis, tidak ada jaminan kesepakatan ini akan bertahan," jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!