India Ogah Tinggalkan Dolar AS: BRICS Tak Kompak soal Dedolarisasi

Sabtu, 19 Juli 2025 - 09:23 WIB
Negara ini mempertimbangkan dampak ekonomi dalam negeri, terutama terhadap sektor teknologi informasi (TI) yang banyak bergantung pada kerja sama dengan perusahaan-perusahaan AS. Sektor TI menjadi tulang punggung ekonomi India dalam beberapa dekade terakhir. Industri ini menyumbang pendapatan ekspor besar dan mendukung sektor perumahan, finansial, serta berbagai bidang jasa lain yang tumbuh pesat.

Baca Juga: 3 Keuntungan Besar AS setelah Negosiasi Tarif Trump-Prabowo

Pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi dipandang berhati-hati dalam menyikapi isu dedolarisasi karena khawatir dapat mengguncang stabilitas ekonomi domestik. India disebut lebih memilih langkah bertahap dalam menginternasionalkan rupee ketimbang mengikuti tekanan geopolitik.

Dalam KTT BRICS yang berakhir pekan lalu, beberapa negara seperti Rusia dan Tiongkok mendorong agenda pembayaran non-dolar untuk mengurangi dominasi mata uang AS dalam sistem keuangan global. Namun India memilih posisi yang lebih netral.

Penolakan India terhadap dedolarisasi menjadi sinyal bahwa perpecahan pandangan masih terjadi di antara anggota BRICS, meskipun kelompok ini berupaya memperkuat kerja sama ekonomi dan keuangan global secara kolektif.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!