Bahas Perang Tarif, Trump dan Xi Jinping Berpeluang Bertemu di Korsel
Senin, 21 Juli 2025 - 07:39 WIB
Trump selama ini mendorong penerapan tarif terhadap hampir semua barang impor asing. Menurutnya, kebijakan itu akan mendorong tumbuhnya industri dalam negeri Amerika Serikat. Namun, kebijakan ini menuai kritik karena dianggap menaikkan harga barang konsumsi dan membebani masyarakat.
Sesuai rencana, Trump mengusulkan tarif dasar universal sebesar 10 persen untuk seluruh barang impor. Sementara itu, negara-negara yang dianggap bermasalah, termasuk China akan dikenai tarif lebih tinggi. Saat ini, barang-barang dari Tiongkok dikenakan tarif impor tertinggi, yakni mencapai 55 persen.
Trump menetapkan batas waktu hingga 12 Agustus bagi Amerika Serikat dan Tiongkok untuk mencapai kesepakatan jangka panjang terkait struktur tarif baru.
Juru bicara Trump sejauh ini belum memberikan pernyataan resmi mengenai rencana pertemuan dengan Xi Jinping. Namun sinyal pertemuan semakin kuat setelah dialog tingkat menteri antara kedua negara digelar di Malaysia pada 11 Juli lalu.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi menyatakan bahwa pembicaraan berlangsung produktif dan membuka ruang untuk pertemuan di level kepala negara.
Sesuai rencana, Trump mengusulkan tarif dasar universal sebesar 10 persen untuk seluruh barang impor. Sementara itu, negara-negara yang dianggap bermasalah, termasuk China akan dikenai tarif lebih tinggi. Saat ini, barang-barang dari Tiongkok dikenakan tarif impor tertinggi, yakni mencapai 55 persen.
Trump menetapkan batas waktu hingga 12 Agustus bagi Amerika Serikat dan Tiongkok untuk mencapai kesepakatan jangka panjang terkait struktur tarif baru.
Juru bicara Trump sejauh ini belum memberikan pernyataan resmi mengenai rencana pertemuan dengan Xi Jinping. Namun sinyal pertemuan semakin kuat setelah dialog tingkat menteri antara kedua negara digelar di Malaysia pada 11 Juli lalu.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi menyatakan bahwa pembicaraan berlangsung produktif dan membuka ruang untuk pertemuan di level kepala negara.
Lihat Juga :