Harga Nikel Naik Turun, NICL Menjaga Pertumbuhan Laba Bersih

Rabu, 23 Juli 2025 - 16:58 WIB
“Secara historis, Perseroan selalu membagikan dividen dan di tahun ini Perseroan juga telah membagikan dividen interim untuk periode buku 31 Maret 2025 kepada para pemegang sahamnya sebesar Rp159,53 miliar atau setara dengan 82,60% dari Laba Bersih Periode Berjalan Perseroan. Kedepannya, Perseroan berkomitmen untuk melakukan pembagian dividen kembali kepada pemegang saham yang besarannya akan menyesuaikan dengan persetujuan RUPS,” terangnya.

Perseroan memperkirakan pada semester dua tahun 2025 ini, harga nikel masih bergerak fluktuatif imbas dari kebijakan tarif perdagangan Amerika Serikat yang masih menghantui stimulus ekonomi global ditambah dengan adanya kelebihan pasokan yang dapat menambah tekanan pada harga nikel.

Namun industri nikel domestik memiliki peluang strategis dimana adanya ketegangan antara China dan negara barat yang membuat banyak negara mencari alternatif pasokan logam kritis, Indonesia dapat memanfaatkan peluang itu sebagai pemain kunci non-China.

Kondisi dan situasi nikel domestik saat ini semakin kompetitif dengan adanya beberapa smelter yang beroperasi dengan berbagai teknologi sehingga hal ini menjadi keuntungan untuk Perseroan dengan beberapa jenis kategori (produk) ore yang diproduksi oleh Perseroan sesuai dengan kebutuhan market.

Melihat situasi market domestik saat ini sebagai bagian dari strategi Perseroan dengan memperluas jaringan pemasaran melalui upaya menjalin kerjasama dengan beberapa smelter dan trader sehingga wilayah area pemasaran tidak hanya di wilayah Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah akan tetapi sampai ke Pulau Obi dan Pulai Halmahera. Selain itu Perseroan juga akan membuka peluang untuk mencari beberapa partner stregis dalam rangka pengembangan usaha Perseroan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!