Industri Jateng Dorong Transisi Menuju Ekonomi Hijau Lewat Forum Dialog dan Lokakarya Interaktif

Jum'at, 25 Juli 2025 - 09:25 WIB
“Melalui dukungan inisiatif Corporate Assistance Program (CAP) dan akses pembelajaran e-learning platform, kami mendorong demokratisasi pengetahuan untuk mendukung industri melakukan dekarbonisasi yang berbasis sains. Dengan penguatan kapasitas ini, perusahaan di Indonesia dapat memulai inventarisasi gas rumah kaca (GRK), menyusun target berbasis sains, dan merancang strategi awal dalam pencapaian target penurunan emisi. Ini semua adalah pengetahuan penting untuk meningkatkan daya saing global dan berkontribusi kepada pertumbuhan ekonomi yang rendah karbon,” ujar Junior Net Zero Analyst, WRI Indonesia, Muhammad Reza.

Baca Juga: Intip 1,7 Juta Peluang Kerja di Sektor Kelistrikan, Bagaimana Kesiapan SDM?

Sesi lokakarya teknis menjadi bagian penting dari forum ini, di mana peserta memetakan proses bisnis mereka dan menjajaki peluang efisiensi energi serta penggunaan energi terbarukan. Panduan praktis dan fasilitator ahli disediakan untuk mendampingi peserta menyusun rencana aksi yang realistis. Sesi ini dilanjutkan dengan presentasi dari para peserta, dengan memaparkan rencana aksi prioritas yang teridentifikasi selama lokakarya.

Salah satu perwakilan perusahaan yang hadir dalam lokakarya ini,Energy & Production Support Manager Sidomuncul, Iwan Setyo Wibowo mengatakan, “Forum ini sangat bermanfaat, karena isu emisi gas rumah kaca sedang menjadi perhatian berbagai Kementerian. Sido Muncul menargetkan net zero emission pada 2040 dan saat ini telah memulai inventarisasi emisi GRK. Dengan adanya pendampingan, kami berharap bisa memperkuat strategi dekarbonisasi sesuai standar internasional.”

Dalam kesempatan ini, peserta mendapatkan kesempatan untuk melakukan sesi networking yang memungkinkan peserta untuk berdiskusi lebih lanjut peluang kolaborasi dalam mengembangkan inisiatif ekonomi hijau. Forum ini diharapkan membuka peluang kolaborasi antar sektor dalam mengembangkan ekosistem industri rendah karbon yang berkelanjutan di tingkat regional, terutama di Jawa Tengah.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!