Indonesia Lanjutkan Aksi Dedolarisasi, Transaksi Mata Uang Lokal Tembus Rp191 Triliun

Sabtu, 26 Juli 2025 - 09:00 WIB
Sementara, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan juga menyoroti peran penting LCT dalam menjaga stabilitas ekonomi, terutama di tengah dinamika global dan domestik.

"Pemerintah telah mengupayakan berbagai kebijakan baik untuk memitigasi dampak kebijakan tarif AS dan geopolitik global, melalui proses negosiasi tarif dengan AS dan juga menyepakati I-EU CEPA (Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement), serta terus melakukan mitigasi risiko domestik melalui berbagai stimulus untuk menjaga daya beli dan mendorong konsumsi serta investasi," jelas Ferry.

Mengingat risiko global masih berpotensi mengganggu stabilitas nilai tukar, Ferry mengajak Kementerian dan Lembaga terkait untuk berkomitmen sesuai perannya dalam mendorong perluasan penggunaan LCT. Prioritas diberikan pada sektor-sektor ekonomi potensial seperti Pertambangan, Mineral, dan Migas, serta sektor Pertanian dan Agroindustri.

Perkembangan positif LCT ini sejalan dengan komitmen dan konsistensi Satuan Tugas Nasional (Satgasnas) LCT dalam memperkuat sinergi antarotoritas dan mitra strategis, penyesuaian kebijakan insentif, serta sosialisasi yang targeted, terintegrasi, dan terencana, termasuk kepada pelaku usaha ekspor-impor.

Baca Juga: Perang Pecah, Ini Perbandingan Kekuatan Militer Thailand vs Kamboja
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!