Sistem Pembayaran Global Bergeser, Mata Uang Bersama BRICS Jadi Peluang buat Indonesia

Selasa, 29 Juli 2025 - 19:30 WIB
Kehadiran blok ekonomi yang solid ini, menawarkan alternatif baru bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada sistem keuangan konvensional dan volatilitasnya.

“Kita menyaksikan adanya evolusi dalam arsitektur keuangan global. Wacana pengembangan sistem pembayaran dan mata uang BRICS adalah respons logis terhadap dinamika tersebut. Ini bukan lagi soal apakah kita akan menghadapi perubahan ini, tetapi bagaimana kita mempersiapkan diri untuk memanfaatkannya secara optimal demi kepentingan nasional,” ujarnya.

Legislator dari Partai Golkar ini menekankan, fondasi kesiapan Indonesia terletak pada penguatan infrastruktur sistem pembayaran domestik. Keberhasilan implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) merupakan bukti nyata kemampuan Indonesia dalam membangun sistem yang mandiri, efisien, dan berdaulat.

Pengalaman ini menjadi modal krusial dalam mempersiapkan interoperabilitas dengan platform pembayaran internasional di masa depan, termasuk yang mungkin dikembangkan oleh negara-negara BRICS.

Negara-negara BRICS juga semakin beralih ke mata uang digital (CBDC) dan kripto untuk transaksi lintas batas. Pada 2025, volume transaksi kripto global melampaui USD24 triliun, dengan kontribusi signifikan dari negara-negara berkembang termasuk BRICS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!