Pakar Sebut Logistik Indonesia Butuh Sistem Regulasi Jelas dan Terintegrasi
Minggu, 03 Agustus 2025 - 20:40 WIB
Levi mendorong, adanya Sistem Logistik Nasional (Sislognas) yang mampu mengoordinasikan semua sektor logistik di bawah satu payung. “Kalau sistemnya terintegrasi, biaya bisa ditekan, efisiensi meningkat, dan investor akan lebih percaya,” ujarnya.
Baca Juga: Sinergi Menciptakan Manajemen Logistik Terintegrasi
Pahlevi mencontohkan, BUMN yang harus fokus pada “por” bisnisnya. “Pos Indonesia fokus memperkuat lini logistik, Krakatau Steel fokus di baja. BUMN dibentuk untuk kesejahteraan rakyat, bukan sekadar mencari profit. Prinsipnya, pornya harus kuat,” tandasnya.
Ia menutup dengan peringatan bahwa jika regulasi tarif dan kualitas di first mile tidak segera dibenahi, maka persaingan tidak sehat dan banting harga akan terus menghantam para pelaku usaha. “Logistik itu ujung tombak perekonomian. Kalau pondasinya rapuh, distribusi nasional pun akan pincang,” pungkas Pahlevi.
Baca Juga: Sinergi Menciptakan Manajemen Logistik Terintegrasi
Pahlevi mencontohkan, BUMN yang harus fokus pada “por” bisnisnya. “Pos Indonesia fokus memperkuat lini logistik, Krakatau Steel fokus di baja. BUMN dibentuk untuk kesejahteraan rakyat, bukan sekadar mencari profit. Prinsipnya, pornya harus kuat,” tandasnya.
Ia menutup dengan peringatan bahwa jika regulasi tarif dan kualitas di first mile tidak segera dibenahi, maka persaingan tidak sehat dan banting harga akan terus menghantam para pelaku usaha. “Logistik itu ujung tombak perekonomian. Kalau pondasinya rapuh, distribusi nasional pun akan pincang,” pungkas Pahlevi.
(akr)
Lihat Juga :