Tega! Karyawan Tidak Digaji 7 Bulan, PT Inti Akhirnya Buka Suara
Kamis, 10 September 2020 - 16:06 WIB
Kondisi tekanan keuangan yang cukup berat ini, menurutnya, sudah terjadi sejak lima tahun terakhir, terhitung sejak 2014 hingga 2019, dimana Laba ditahan pada neraca perusahaan sudah negatif.
"Salah satu penyebabnya dikarenakan proyek-proyek masa lalu yang dikerjakan oleh Perusahaan mengalami kerugian yang cukup besar. Hal ini terus berlanjut hingga perusahaan memiliki utang non produktif mencapai 90 persen," ujar Otong.
Akhir 2019, Otong mengatakan, manajemen baru mulai melakukan program transformasi pada lingkup bisnis, keuangan,sumber daya manusia (SDM) dan proses bisnis serta tatakelola perusahaan sekaligus melakukan restrukturisasi utang dan optimalisasi aset.
(Baca Juga: PT Inti Kebanjiran Proyek Telekomunikasi di Tengah Pandemi )
Hal ini didukung dengan masuknya PT Inti ke dalam klaster industri telekomunikasi sehingga perusahaan memiliki arah dan fokus bisnis yang lebih jelas dengan lebih memfokuskan pelanggan Telkom Group.
"Salah satu penyebabnya dikarenakan proyek-proyek masa lalu yang dikerjakan oleh Perusahaan mengalami kerugian yang cukup besar. Hal ini terus berlanjut hingga perusahaan memiliki utang non produktif mencapai 90 persen," ujar Otong.
Akhir 2019, Otong mengatakan, manajemen baru mulai melakukan program transformasi pada lingkup bisnis, keuangan,sumber daya manusia (SDM) dan proses bisnis serta tatakelola perusahaan sekaligus melakukan restrukturisasi utang dan optimalisasi aset.
(Baca Juga: PT Inti Kebanjiran Proyek Telekomunikasi di Tengah Pandemi )
Hal ini didukung dengan masuknya PT Inti ke dalam klaster industri telekomunikasi sehingga perusahaan memiliki arah dan fokus bisnis yang lebih jelas dengan lebih memfokuskan pelanggan Telkom Group.
Lihat Juga :