Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12%, Saatnya Pemerataan Jadi Prioritas

Jum'at, 08 Agustus 2025 - 17:36 WIB


Ia juga menyoroti ketergantungan pada sektor tradisional dan stagnasi sektor energi. Pertumbuhan pertanian yang hanya 1,65% dan industri pengolahan yang moderat 5,68% mengindikasikan perlunya akselerasi transformasi struktural ekonomi. Stagnasi sektor energi, dengan pertumbuhan 0,90%, menjadi alarm bahwa investasi di energi bersih dan infrastruktur pendukung masih tertinggal.

Bahtiar memberikan sejumlah masukan konstruktif. Ia menyarankan pemerintah untuk mempercepat pemerataan pembangunan melalui afirmasi fiskal dan proyek strategis di kawasan timur Indonesia. Selain itu, reformasi belanja pemerintah juga perlu dilakukan agar anggaran negara menjadi penggerak utama pembangunan yang efisien dan tepat sasaran.

"Pertumbuhan 5,12% adalah sinyal optimisme, tetapi pertumbuhan itu bisa menjadi semu tanpa pemerataan dan kualitas. Pemerintah dan semua elemen bangsa harus memastikan bahwa manfaat capaian ini terasa hingga ke pelosok negeri, dari Papua hingga Aceh, dari petani hingga pekerja pabrik," tegasnya.

Bahtiar menekankan saatnya fokus tidak hanya pada berapa persen ekonomi tumbuh, melainkan siapa yang ikut tumbuh dan apa yang berubah di kehidupan rakyat. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga narasi optimisme dengan aksi nyata, memastikan pertumbuhan ekonomi sejalan dengan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!