Harga Minyak Mendidih Imbas AS Perpanjang Gencatan Tarif 90 Hari dengan China

Selasa, 12 Agustus 2025 - 12:03 WIB
Sebelumnya, Trump memberi tenggat hingga Jumat pekan lalu bagi Rusia untuk menyetujui perjanjian damai atau menghadapi sanksi sekunder bagi negara pembeli minyaknya. Ia juga mendorong India dan China untuk mengurangi pembelian minyak dari Rusia, bahkan mengancam akan mengenakan tarif tambahan bagi Beijing.

Menjelang pertemuan Trump dengan Putin, risiko penerapan sanksi tersebut dinilai mulai mereda, sehingga memberikan ruang bagi pasar untuk bergerak lebih stabil. Selain faktor geopolitik, fokus pasar juga tertuju pada rilis data inflasi AS yang dijadwalkan hari ini. Angka inflasi tersebut akan menjadi acuan bagi Federal Reserve dalam menentukan arah kebijakan suku bunga.

Ekspektasi bahwa bank sentral AS akan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat menjadi sentimen positif tambahan bagi pergerakan harga minyak mentah. Kombinasi antara meredanya tensi perdagangan, prospek perundingan damai, dan potensi pelonggaran kebijakan moneter menjadi pendorong utama penguatan harga minyak saat ini.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!