Di Forum Internasional, Andi Afdal Ungkap Pilar Pengembangan SDM Unggul BPJS Kesehatan

Jum'at, 15 Agustus 2025 - 15:24 WIB
Transformasi digital juga menjadi pilar penting, dengan penguatan kompetensi digital pegawai untuk mempercepat adaptasi terhadap inovasi layanan. Tujuannya adalah membangun pengalaman kerja yang humanis, di mana teknologi digunakan untuk mendukung interaksi yang lebih personal dan solutif bagi peserta.

Dalam paparannya, Andi Afdal juga menyoroti kekuatan demografis SDM BPJS Kesehatan yang menjadi motor penggerak organisasi. Saat ini, 36,43% Duta BPJSKes berasal dari generasi Z dan 55,71% dari generasi milenial, merepresentasikan energi muda yang adaptif dan inovatif. Baca juga: Penyakit Jantung dan Kanker Paling Banyak Ditanggung BPJS Kesehatan, Totalnya Tembus Rp25,73 Triliun

Dengan dukungan 526 kantor di seluruh Indonesia, 88,62% Duta BPJSKes tersebar hingga pelosok daerah, sementara hanya 11,38% yang bertugas di kantor pusat. Komposisi ini menjadi modal strategis untuk memastikan layanan JKN menjangkau seluruh lapisan masyarakat, sekaligus memperkuat implementasi Tata Nilai INISIATIF melalui generasi yang siap berkolaborasi dan berinovasi.

Di akhir paparannya, Andi Afdal menekankan bahwa keunggulan organisasi tidak dapat dipisahkan dari komitmen terhadap nilai yang terus dihidupkan. “Keberhasilan BPJS Kesehatan bukan hanya hasil dari strategi bisnis, tetapi dari kesetiaan pada nilai yang memandu setiap langkah Insan BPJS Kesehatan. Di sinilah peran Tata Nilai INISIATIF kami hadir, menjadi pilar dalam mengembangkan SDM yang unggul sekaligus memastikan keberlanjutan layanan JKN bagi seluruh rakyat Indonesia,” tuturnya.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!