Status Bandara Internasional Bakal Dicabut jika 2 Tahun Tak Produktif

Senin, 18 Agustus 2025 - 17:06 WIB
Namun demikian, Menhub mengatakan nantinya penutupan bandara internasional itu akan melibatkan juga banyak pihak. Termasuk menghitung pertimbangan Pemerintah Daerah, perusahaan maskapai, hingga Kementerian/Lembaga lainnya.

"Karena kita juga tidak bisa memaksakan, misalnya Emirates, Qatar, Turki Airlines, untuk masuk juga. Mereka punya hitungan sendiri, mereka akan melihat market-nya seperti apa," tambahnya.

Pembukaan bandara internasional ini ditargetkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan asing ke Indonesia. Paling tidak, jumlah kunjungan bisa pulih atau normal seperti sebelum pandemi covid 19 mewabah.

Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, trafik penerbangan rute internasional memang lebih cepat pulih dari pandemi covid 19 ketimbang trafik penerbangan rute-rute domestik.

Direktur Navigasi Penerbangan, Kementerian Perhubungan, Syamsu Rizal mengatakan realisasi trafik penumpang rute internasional pada tahun 2019 tercatat sebanyak 37 juta penumpang. Sedangkan posisi trafik rute penerbangan periode tahun 2024 sebanyak 35,9 juta penumpang. Alias sudah hampir balik pada posisi trafik sebelum pandemi. Pertumbuhan trafik rute internasional tahun 2024 23 persen terhadap tahun 2023.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!