Dampak Penerapan PSBB, Bayangan Resesi Kian Nyata

Jum'at, 11 September 2020 - 10:02 WIB
Pengamat ekonomi Piter Abdullah mengatakan tanpa pengetatan PSBB pun resesi sudah diyakini akan terjadi di kuartal III ini. Apalagi dengan diberlakukannya kembali PSBB, ekonomi dipastikan makin terkontraksi.

Piter mengatakan, pada masa PSBB transisi, transmisi perekonomian sudah bergerak kembali walaupun masih sangat terbatas. Penyaluran kredit mulai tumbuh, terutama dengan dorongan likuiditas dari pemerintah. Namun, adanya keputusan pengetatan PSBB ini akan membuat ekonomi akan berbalik melambat kembali.

“Pertanyaannya akan berapa lama pengetatan ini berlangsung? Kalau lama, misal hingga akhir tahun, dampaknya akan besar,” katanya di Jakarta, kemarin.

Piter meyakini ekonomi akan benar-benar kembali terpuruk, dan penyaluran kredit perbankan berpotensi akan kembali terhenti. “Untuk kredit saya kira walaupun tekanan meningkat, tapi rasio NPL akan bisa diredam dengan kebijakan restrukturisasi kredit,” ujarnya.

Lalu bagaimana dengan pertumbuhan ekonomi kuartal III nanti? Menurut Piter, tanpa pengetatan PSBB pun ekonomi diperkirakan akan minus 3%. Adanya kebijakan PSBB ini, dia memperkirakan ekonomi bisa minus lebih dari 3%. (Baca juga: Warga Jerman Lebih Takut Trump daripada Virus Corona)

Kekhawatiran akan terjadinya resesi ekonomi juga dilontarkan pengamat ekonomi Indef, Bhima Yudistira. “Dampak PSBB yang ketat pasti akan membuat ekonomi negatif dalam kuartal III hingga berlanjut kuartal IV,” ujar Bhima, kemarin.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!