Sengketa Dagang AS vs India, Siapa yang Paling Dirugikan?
Minggu, 31 Agustus 2025 - 09:00 WIB
Rick Rossow menambahkan bahwa AS juga akan menanggung kerugian, terutama dari penurunan besar-besaran jumlah mahasiswa India yang datang ke universitas-universitas Amerika. Gary Hufbauer, pakar perdagangan internasional, menyebutkan bahwa rencana AS untuk memindahkan sebagian produksi dari China ke India kini terancam.
"Kemungkinan India menjadi alternatif lokasi manufaktur untuk banyak produk buatan Tiongkok kini terlihat tidak mungkin," katanya.
Meskipun demikian, risiko terbesar bagi AS bukan pada sektor ekonomi, melainkan pada aspek geopolitik. "Bisa terjadi situasi di mana China muncul sebagai kekuatan besar di Asia, sementara India bersedia menerima peran yang sedikit lebih rendah, dan keduanya bisa bersekutu secara geopolitik itu akan sangat merugikan bagi Amerika Serikat," kata Singh.
Meskipun hubungan memanas, peluang untuk mencapai kesepakatan dagang masih terbuka lebar. Sushant Singh meyakini India sangat ingin mencapai kesepakatan tersebut. "Mereka ingin mencapai kesepakatan," ujarnya. "Mereka ingin memberi Trump sebuah kemenangan. Itu bisa terjadi kapan saja."
Rick Rossow juga berpendapat mencairnya ketegangan adalah kepentingan kedua belah pihak. "India berada di ambang menjadi ekonomi terbesar ketiga di dunia," katanya.
"Dengan kekhawatiran kita bersama akan kebangkitan China, baik secara militer maupun ekonomi, kemitraan yang kuat akan menjadi krusial untuk keamanan regional dan pertumbuhan bersama."
"Kemungkinan India menjadi alternatif lokasi manufaktur untuk banyak produk buatan Tiongkok kini terlihat tidak mungkin," katanya.
Meskipun demikian, risiko terbesar bagi AS bukan pada sektor ekonomi, melainkan pada aspek geopolitik. "Bisa terjadi situasi di mana China muncul sebagai kekuatan besar di Asia, sementara India bersedia menerima peran yang sedikit lebih rendah, dan keduanya bisa bersekutu secara geopolitik itu akan sangat merugikan bagi Amerika Serikat," kata Singh.
Meskipun hubungan memanas, peluang untuk mencapai kesepakatan dagang masih terbuka lebar. Sushant Singh meyakini India sangat ingin mencapai kesepakatan tersebut. "Mereka ingin mencapai kesepakatan," ujarnya. "Mereka ingin memberi Trump sebuah kemenangan. Itu bisa terjadi kapan saja."
Rick Rossow juga berpendapat mencairnya ketegangan adalah kepentingan kedua belah pihak. "India berada di ambang menjadi ekonomi terbesar ketiga di dunia," katanya.
"Dengan kekhawatiran kita bersama akan kebangkitan China, baik secara militer maupun ekonomi, kemitraan yang kuat akan menjadi krusial untuk keamanan regional dan pertumbuhan bersama."
(nng)
Lihat Juga :