China Bakal Bangun Terusan Suez versi Darat: Menghubungkan Eropa dan Asia
Minggu, 07 September 2025 - 08:14 WIB
Pandemi virus corona memperburuk risiko tersebut, memperlihatkan kerapuhan rantai pasokan maritim. Sementara itu ketika perang di Ukraina terus berlangsung, melewati Rusia telah menjadi lebih berisiko. Meskipun perdagangan bilateral antara kedua negara mencapai 240 miliar euro pada tahun 2024.
Oleh karena itu, Beijing mendorong pengembangan "Koridor Tengah" melalui Kazakhstan dan Laut Kaspia untuk menghindari Rusia dan beberapa jalur laut. Baca Juga: Panama Buang Proyek Belt and Road China Dibayangi Ancaman Trump
Namun Beijing menghadapi banyak tantangan dalam hal keterlambatan bea cukai, biaya tinggi, infrastruktur yang buruk, dan keberlanjutan finansial. Banyak rute, terutama yang berada dalam jalur sutra modern atau Belt and Road Initiative telah bergantung pada subsidi pemerintah untuk mempermudah eksportir.
Oleh karena itu, Beijing mendorong pengembangan "Koridor Tengah" melalui Kazakhstan dan Laut Kaspia untuk menghindari Rusia dan beberapa jalur laut. Baca Juga: Panama Buang Proyek Belt and Road China Dibayangi Ancaman Trump
Namun Beijing menghadapi banyak tantangan dalam hal keterlambatan bea cukai, biaya tinggi, infrastruktur yang buruk, dan keberlanjutan finansial. Banyak rute, terutama yang berada dalam jalur sutra modern atau Belt and Road Initiative telah bergantung pada subsidi pemerintah untuk mempermudah eksportir.
(akr)
Lihat Juga :