Keyakinan Konsumen Merosot ke Titik Terendah, Tanda Ekonomi Lagi Berat, PHK di Mana-mana
Kamis, 11 September 2025 - 08:29 WIB
Menurutnya, kekhawatiran utama masyarakat bukanlah semata-mata soal harga, melainkan ketidakpastian pendapatan akibat persepsi ketersediaan lapangan kerja yang semakin menyempit. Hal ini menyebabkan masyarakat menahan belanja dan memilih menabung.
Achmad mengibaratkan perekonomian Indonesia sebagai mobil dengan dua mesin, yaitu konsumsi dan investasi. Menurut dia, penurunan IKK menandakan tangki bahan bakar pada mesin konsumsi mulai menipis. Hal ini akan membuat pelaku usaha menahan investasi, sehingga laju ekonomi terancam melambat.
"Dalam bahasa sederhana, turunnya IKK adalah 'psikologi dompet' yang berubah dari mode belanja ke mode bertahan," jelas Achmad. "Efeknya menyebar ritel melemah, pabrikan menunda produksi, jasa logistik melambat, hingga bank memperketat kredit konsumsi," imbuhnya.
Untuk mengatasi hal ini, Achmad menyarankan resep kebijakan yang tepat waktu dan terarah. Pertama, pemerintah harus segera menjaga daya beli masyarakat dengan mempercepat penyaluran bantuan sosial. "Timing lebih penting daripada besaran, obat manjur tak berguna jika datang terlambat," ungkap dia.
Baca Juga: Dipakai Buat Bayar Utang, Cadangan Devisa Indonesia Tersisa USD150,7 Miliar
Achmad mengibaratkan perekonomian Indonesia sebagai mobil dengan dua mesin, yaitu konsumsi dan investasi. Menurut dia, penurunan IKK menandakan tangki bahan bakar pada mesin konsumsi mulai menipis. Hal ini akan membuat pelaku usaha menahan investasi, sehingga laju ekonomi terancam melambat.
"Dalam bahasa sederhana, turunnya IKK adalah 'psikologi dompet' yang berubah dari mode belanja ke mode bertahan," jelas Achmad. "Efeknya menyebar ritel melemah, pabrikan menunda produksi, jasa logistik melambat, hingga bank memperketat kredit konsumsi," imbuhnya.
Untuk mengatasi hal ini, Achmad menyarankan resep kebijakan yang tepat waktu dan terarah. Pertama, pemerintah harus segera menjaga daya beli masyarakat dengan mempercepat penyaluran bantuan sosial. "Timing lebih penting daripada besaran, obat manjur tak berguna jika datang terlambat," ungkap dia.
Baca Juga: Dipakai Buat Bayar Utang, Cadangan Devisa Indonesia Tersisa USD150,7 Miliar
Lihat Juga :