3 Anak Usaha Pertamina Akan Dilebur, Rampung Akhir Tahun 2025
Kamis, 11 September 2025 - 22:40 WIB
Ditemui usai Rapat, Simon lebih jauh menjelaskan alasan lain dibalik rencana penggabungan 3 anak usaha. Pertama, permintaan minyak mulai menurun seiring bertumbuhnya kilang-kilang baru. Hal ini membuat margin yang makin menyusut karena terkikis persaingan pasar.
"Permintaan menurun, sementara produksi meningkat karena banyak kilang-kilang baru. Dengan demikian, dengan kondisi yang favorable untuk kita, kilang ini margin semakin kecil," sambungnya.
Baca Juga: BUMN Dipangkas Jadi 30, Ini Deretan Perusahaan Pelat Merah yang Bakal Dimerger
Lebih jauh, Simon mengatakan dengan margin yang semakin terkikis ini maka dikhawatirkan akan berpengaruh kurang baik terhadap bottom line perusahaan. "Memang ada kajian di kita untuk menggabungkan PIS, Patra Niaga, dan KPI," sambungnya.
"Dulu kan kita satu ini juga ya, antara hulu dan hilir, kemudian kita lakukan sub holding supaya bergerak lebih hijau. Tetapi sebagai organisasi sebagai institusi yang tentunya terus berkembang, kita harus menyesuaikan juga perkembangan situasi," pungkasnya.
"Permintaan menurun, sementara produksi meningkat karena banyak kilang-kilang baru. Dengan demikian, dengan kondisi yang favorable untuk kita, kilang ini margin semakin kecil," sambungnya.
Baca Juga: BUMN Dipangkas Jadi 30, Ini Deretan Perusahaan Pelat Merah yang Bakal Dimerger
Lebih jauh, Simon mengatakan dengan margin yang semakin terkikis ini maka dikhawatirkan akan berpengaruh kurang baik terhadap bottom line perusahaan. "Memang ada kajian di kita untuk menggabungkan PIS, Patra Niaga, dan KPI," sambungnya.
"Dulu kan kita satu ini juga ya, antara hulu dan hilir, kemudian kita lakukan sub holding supaya bergerak lebih hijau. Tetapi sebagai organisasi sebagai institusi yang tentunya terus berkembang, kita harus menyesuaikan juga perkembangan situasi," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :