Strategi SIG Hadapi Persaingan Ketat Industri Semen Nasional

Sabtu, 13 September 2025 - 17:05 WIB
Selain menyasar peningkatan penjualan domestik, SIG juga membidik pasar ekspor untuk mengoptimalkan utilisasi. Pada semester 1 tahun 2025, SIG berhasil mencatatkan peningkatan yang cukup signifikan pada penjualan ekspor sebesar 24,9%. Upaya SIG untuk memaksimalkan pasar ekspor akan semakin kuat dengan dukungan dermaga dan fasilitas produksi di Pabrik Tuban, Jawa Timur, yang pengembangannya telah memasuki tahap uji coba yang berlangsung pada Maret – November 2025.

Selama periode 3 Maret – 14 Agustus 2025, SIG melalui anak usahanya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) yang mengoperasikan pabrik dan dermaga tersebut, telah berhasil melakukan uji coba tahap pertama dengan volume sebanyak 350 ton, serta uji coba pengiriman kedua sebanyak 27.415 ton ke Packing Plant di Lampung dan Belawan. Uji coba pengiriman semen ke dua fasilitas packing plant tersebut dilakukan dengan menggunakan 4 unit kapal.

Baca Juga: SIG Optimalkan Digitalisasi Jaga Rantai Pasok Bahan Bangunan

Pengembangan dermaga dan fasilitas produksi di Tuban merupakan bagian kerja sama antara PT Solusi Bangun Indonesia Tbk dengan Taiheiyo Cement Corporation yang bertujuan untuk memenuhi permintaan pasar ekspor di Amerika Serikat. Dengan kemampuan melayani kapasitas ekspor hingga 1 juta ton semen per tahun, proyek ini akan menjadi tonggak penting tidak hanya dalam memperkuat kapasitas distribusi, tetapi juga berkontribusi terhadap daya saing pasar ekspor dan memperkuat jaringan distribusi global Perusahaan.

Andriano Hosny Panangian menambahkan, belum lama ini PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idAAA Stabil untuk SIG serta Obligasi Bekelanjutan I dan II. "Penetapan peringkat ini mencerminkan peran penting SIG dalam agenda pembangunan Negara, posisi pasar yang kuat dari ketersediaan fasilitas produksi dan logistik yang terdiversifikasi dengan baik, serta profil keuangan yang konservatif untuk menopang langkah Perusahaan memperkuat dominasi dalam industri bahan bangunan di Indonesia," ujar Andriano Hosny Panangian.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!