Tensi Geopolitik Memanas, Rupiah Tersungkur ke Rp16.415 per Dolar AS

Senin, 15 September 2025 - 15:39 WIB
Baca Juga: Utang Luar Negeri Indonesia Juli 2025 Menurun ke USD432,5 Miliar, BI Ungkap Sebabnya

Meski demikian, prospek ekonomi pada kuartal IV dinilai lebih cerah. Pemerintah optimistis laju pertumbuhan akan kembali menguat seiring penyaluran stimulus fiskal dan insentif bagi sektor riil.

Pada kuartal II-2025, ekonomi Indonesia sempat tumbuh 5,12 persen (yoy), melampaui ekspektasi di tengah tantangan global. Pemerintah juga masih memiliki ruang fiskal dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) meski Rp200 triliun telah dialihkan ke lima bank Himbara melalui Bank Indonesia untuk mendorong penyaluran kredit.

Sejumlah paket insentif tambahan kini tengah disiapkan termasuk perluasan insentif PPh 21 ditanggung pemerintah bagi pekerja sektor padat karya. Dengan mempertimbangkan faktor eksternal dan domestik, Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif dalam jangka pendek.

"Rupiah berpotensi ditutup menguat di rentang Rp16.370–Rp16.420 per dolar AS pada perdagangan selanjutnya," katanya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!