The Fed Pangkas Suku Bunga, Harga Bitcoin Melejit Tembus Rp1,94 Miliar

Jum'at, 19 September 2025 - 20:38 WIB
Ia menjelaskan, investor ritel masih cenderung berhati-hati. Data on-chain menunjukkan penurunan pada indikator New Address Momentum, yang berarti jumlah alamat baru Bitcoin tidak bertambah signifikan. "Namun, aksi dari investor institusi justru menjadi fondasi utama reli kali ini," kata dia.

Menurut Antony level USD120.000 akan menjadi tonggak penting. Jika berhasil ditembus bukan hanya kepercayaan pasar yang meningkat tetapi juga potensi aliran likuiditas baru dari institusi akan semakin besar.

Meski demikian, Indodax menilai arah jangka panjang Bitcoin tetap positif, terutama di tengah perubahan kebijakan moneter global. "Penurunan suku bunga menandakan likuiditas kembali mengalir. Secara historis, kondisi ini selalu menjadi katalis pertumbuhan aset digital," tutur Antony.

Baca Juga: Indodax Raih Penghargaan dengan Volume Transaksi Tertinggi Sepanjang 2025

Arus masuk ke ETF Bitcoin sepanjang pekan ini juga mencatat tren positif meski sempat melambat menjelang keputusan The Fed. Hal itu menunjukkan investor besar tidak terpengaruh gejolak jangka pendek.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!