Rupiah Sentuh Rekor Terlemah Sejak Mei 2025, Sepekan Ambles 1,38%
Senin, 22 September 2025 - 02:23 WIB
Secara eksternal, pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell, yang tidak mendukung pemotongan suku bunga agresif sebesar 50 bps dan menekankan keputusan berdasarkan data, memberikan tekanan pada mata uang.
"Powell juga menyatakan bahwa setiap keputusan The Fed akan bergantung pada data, bukan atas tekanan dari pihak lain," tulis Ibrahim dalam risetnya.
Selain itu, data ekonomi AS menunjukkan klaim pengangguran awal mingguan turun di bawah ekspektasi, menandakan ketahanan pasar tenaga kerja yang dapat memengaruhi kebijakan The Fed.
Dari dalam negeri, Ibrahim menyoroti ketidakpastian ekonomi global akibat perang tarif AS yang menyebabkan perlambatan di banyak negara. Pelemahan daya beli masyarakat dan peningkatan pengangguran menjadi kekhawatiran utama.
Ibrahim juga khawatir bahwa gebrakan Menteri Keuangan Purbaya untuk menyalurkan dana Rp200 triliun ke perbankan akan gagal mendorong pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, pengusaha masih ragu untuk mengambil kredit, dan perbankan juga berhati-hati dalam menyalurkan pinjaman ke sektor riil.
"Powell juga menyatakan bahwa setiap keputusan The Fed akan bergantung pada data, bukan atas tekanan dari pihak lain," tulis Ibrahim dalam risetnya.
Selain itu, data ekonomi AS menunjukkan klaim pengangguran awal mingguan turun di bawah ekspektasi, menandakan ketahanan pasar tenaga kerja yang dapat memengaruhi kebijakan The Fed.
Dari dalam negeri, Ibrahim menyoroti ketidakpastian ekonomi global akibat perang tarif AS yang menyebabkan perlambatan di banyak negara. Pelemahan daya beli masyarakat dan peningkatan pengangguran menjadi kekhawatiran utama.
Ibrahim juga khawatir bahwa gebrakan Menteri Keuangan Purbaya untuk menyalurkan dana Rp200 triliun ke perbankan akan gagal mendorong pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, pengusaha masih ragu untuk mengambil kredit, dan perbankan juga berhati-hati dalam menyalurkan pinjaman ke sektor riil.
Lihat Juga :