Bank BRICS Setujui 120 Proyek Senilai Rp666 Triliun, Mayoritas dalam Mata Uang Lokal

Rabu, 24 September 2025 - 07:36 WIB
Kebijakan ini juga berpotensi menggeser pusat kekuatan ekonomi dari Barat ke Timur, dengan memperkuat kerja sama dan dukungan finansial antarnegara berkembang. Sebagai contoh nyata, Kota Qingdao di China baru-baru ini menerima pinjaman sebesar 3,237 miliar yuan dari NDB untuk proyek pembangunan jalur metro, menunjukkan implementasi kebijakan tersebut.

Baca Juga: Trump Kecam Eropa dan PBB: Negara-negara Kalian akan Hancur

Penyaluran pinjaman dalam mata uang lokal menawarkan keuntungan ganda, baik bagi bank BRICS maupun negara peminjam. Mekanisme ini secara signifikan menekan biaya nilai tukar asing, yang berpotensi menghemat jutaan dolar dalam prosesnya. Selain itu, dengan meminjam dalam mata uang lokal, negara-negara berkembang dapat menyelaraskan diri dengan agenda besar BRICS dan memperkuat posisi mereka dalam forum-forum internasional.

Langkah NDB ini berpotensi mengubah cara pinjaman global disalurkan dan diterima di masa depan. Sejak tahun 2022, aliansi BRICS telah menjadi garda terdepan dalam mendorong dedolarisasi secara masif. Tren ini mengisyaratkan era baru dalam sistem keuangan global, di mana mata uang lokal semakin memainkan peran sentral.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!