MBG Sedot Anggaran Rp335 T, Bennix: Masih Ada Orang di Indonesia Tak Tahu Sarapan
Kamis, 25 September 2025 - 23:41 WIB
"Saya jujur, kalau pun saya jadi gubernur, kepala daerah atau presiden. Hal pertama yang saya lakukan adalah kasih telur gratis, susu gratis, supaya masa depan kita menang. Ini yang dilakukan Jepang juga pertama kali, setelah selesai perang dunia kedua. Porak-poranda, rakyatnya stunting, kurang gizi di mana-mana, dia kasih makan gratis. Negara Eropa pun masih lakukan itu sampai sekarang, Korea Selatan juga lakukan itu," terang Benny Batara di podcast TO THE POINT AJA!, Kamis (25/9/2025).
Saat menyambangi Bengkulu Utara pada 10 tahun lalu, Benny mengaku melihat bagaimana sebuah keluarga harus berbagi satu paha ayam dengan empat orang. Ia juga menekankan, bahwa menjadi sebuah kemewahan bagi beberapa orang untuk bisa makan siang.
"Saat kita makan di warung, ada ibu-ibu bawa satu anaknya ditarik, dan satu anaknya digendong. Pesan ayam goreng. Ditanya mau beli apa. Saya minta paha bawah aja karena harganya paling murah. Makan sini apa dibungkus? Ditanya sama si mbaknya. Dibungkus aja, kata dia. Soalnya saya buat makan lagi di rumah, masih ada lagi anaknya satu di rumah. Jadi satu paha ayam nanti dibagi empat orang. Terus di situ gua kaget, sedih banget ya Indonesia," ceritanya.
"Ini tahun 2021 apa 2022. Oh, masih ada satu paha ayam dibagi sama empat manusia di satu rumah di Bengkulu Utara, ini true story. Ini kita ngomong dunia nyata ya. Kita kan enggak tinggal di Menara Gading," terangnya.
"Masih ada orang di Indonesia ini yang enggak tahu apa itu sarapan. Karena itu privilege, buat mereka makan itu sehari sekali. Jadi sebuah kemewahan bisa ada makan siang. Ada orang yang masih enggak tahu ada sarapan," tegasnya.
Saat menyambangi Bengkulu Utara pada 10 tahun lalu, Benny mengaku melihat bagaimana sebuah keluarga harus berbagi satu paha ayam dengan empat orang. Ia juga menekankan, bahwa menjadi sebuah kemewahan bagi beberapa orang untuk bisa makan siang.
"Saat kita makan di warung, ada ibu-ibu bawa satu anaknya ditarik, dan satu anaknya digendong. Pesan ayam goreng. Ditanya mau beli apa. Saya minta paha bawah aja karena harganya paling murah. Makan sini apa dibungkus? Ditanya sama si mbaknya. Dibungkus aja, kata dia. Soalnya saya buat makan lagi di rumah, masih ada lagi anaknya satu di rumah. Jadi satu paha ayam nanti dibagi empat orang. Terus di situ gua kaget, sedih banget ya Indonesia," ceritanya.
"Ini tahun 2021 apa 2022. Oh, masih ada satu paha ayam dibagi sama empat manusia di satu rumah di Bengkulu Utara, ini true story. Ini kita ngomong dunia nyata ya. Kita kan enggak tinggal di Menara Gading," terangnya.
"Masih ada orang di Indonesia ini yang enggak tahu apa itu sarapan. Karena itu privilege, buat mereka makan itu sehari sekali. Jadi sebuah kemewahan bisa ada makan siang. Ada orang yang masih enggak tahu ada sarapan," tegasnya.
Lihat Juga :