Inalum Tunda Rencana IPO, Tunggu Restu dari Danantara
Senin, 29 September 2025 - 17:56 WIB
Adapun pembahasan dengan Danantara meliputi berbagai skema pendanaan, mulai dari investasi langsung, pembiayaan perbankan, hingga opsi lain yang dinilai sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Dengan demikian, IPO yang semula disiapkan menjadi prioritas kini dipindahkan ke luar milestone perusahaan. "Kita diskusi dengan Danantara dulu, apakah akan masuk melalui direct investment, perbankan, dan lain-lain," tambahnya.
Selain itu, Inalum juga membuka peluang pemanfaatan Patriot Bond sebagai alternatif sumber pembiayaan untuk proyek-proyek strategis. Melati mengakui adanya wacana tersebut meski masih dalam tahap awal pembahasan. "Ada wacana seperti itu," katanya.
Dari sisi operasional, Inalum menilai prospek bisnis aluminium masih positif, seiring pertumbuhan ekonomi nasional. Melati menyebut pertumbuhan sektor aluminium tercatat sejalan dengan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB), dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) yang konsisten mengikuti tren ekonomi Indonesia.
Kinerja keuangan Inalum pada 2024 menunjukkan performa yang solid. Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar USD123,7 juta dari total pendapatan USD716,9 juta atau setara Rp11,68 triliun. Angka tersebut mencerminkan pengelolaan bisnis yang efisien di tengah dinamika pasar global.
Dengan demikian, IPO yang semula disiapkan menjadi prioritas kini dipindahkan ke luar milestone perusahaan. "Kita diskusi dengan Danantara dulu, apakah akan masuk melalui direct investment, perbankan, dan lain-lain," tambahnya.
Selain itu, Inalum juga membuka peluang pemanfaatan Patriot Bond sebagai alternatif sumber pembiayaan untuk proyek-proyek strategis. Melati mengakui adanya wacana tersebut meski masih dalam tahap awal pembahasan. "Ada wacana seperti itu," katanya.
Dari sisi operasional, Inalum menilai prospek bisnis aluminium masih positif, seiring pertumbuhan ekonomi nasional. Melati menyebut pertumbuhan sektor aluminium tercatat sejalan dengan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB), dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) yang konsisten mengikuti tren ekonomi Indonesia.
Kinerja keuangan Inalum pada 2024 menunjukkan performa yang solid. Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar USD123,7 juta dari total pendapatan USD716,9 juta atau setara Rp11,68 triliun. Angka tersebut mencerminkan pengelolaan bisnis yang efisien di tengah dinamika pasar global.
Lihat Juga :