20 UMKM Binaan Pertamina Patra Niaga Ambil Bagian di Pasar Rakyat Mandalika
Senin, 06 Oktober 2025 - 10:48 WIB
"Keterlibatan UMKM binaan Pertamina Patra Niaga dalam ajang internasional Pertamina Grand Prix of Indonesia ini merupakan wujud nyata komitmen kami dalam memperkuat ekonomi daerah. Melalui kesempatan ini, kami ingin memastikan bahwa semangat energi juga mengalir untuk masyarakat dan pelaku usaha lokal," ujar Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun, dalam keterangan tertulis, Senin (6/10/2025).
Salah satu pelaku usaha yang turut merasakan manfaat ajang ini adalah Seli Meinda Dwi Cahyaningsi, pemilik Sate Ibu Lilik. Sejak menjadi bagian dari program UMKM binaan Pertamina pada 2021, produk kuliner khas Lombok tersebut terus berinovasi dan kini mulai dikenal hingga ke mancanegara. “Kami sangat bersyukur bisa ikut dalam Pesta Rakyat Mandalika tahun ini. Banyak wisatawan luar negeri yang mencicipi dan menyukai sate lilit kami. Kesempatan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami sebagai pelaku usaha lokal,” ungkap Seli.
Dari sektor kriya dan fesyen, Indah Rahmawati, pendiri Nyalakok Tenun, membawa semangat pemberdayaan perempuan Lombok melalui karya tenun yang dikerjakan secara turun-temurun. “Seluruh penenun kami adalah perempuan yang melestarikan budaya menenun khas Lombok. Event ini membuka peluang baru bagi kami untuk memperkenalkan hasil tenun dan produk turunannya seperti aksesori kepada lebih banyak orang,” jelas Indah.
Baca Juga: MotoGP 2025 Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Daerah dan Catat Penyelenggaraan Terbaik
Sementara, Ni Made Pipin, pemilik Mutiara Gitbay, mengaku bangga bisa memperkenalkan produk perhiasan mutiaranya di ajang bergengsi ini. “Melalui dukungan Pertamina Patra Niaga, kami mendapat banyak manfaat, mulai dari pelatihan hingga kesempatan tampil di acara besar seperti MotoGP Mandalika. Selain meningkatkan penjualan, pengalaman ini memperluas jaringan bisnis kami,” ujarnya.
Salah satu pelaku usaha yang turut merasakan manfaat ajang ini adalah Seli Meinda Dwi Cahyaningsi, pemilik Sate Ibu Lilik. Sejak menjadi bagian dari program UMKM binaan Pertamina pada 2021, produk kuliner khas Lombok tersebut terus berinovasi dan kini mulai dikenal hingga ke mancanegara. “Kami sangat bersyukur bisa ikut dalam Pesta Rakyat Mandalika tahun ini. Banyak wisatawan luar negeri yang mencicipi dan menyukai sate lilit kami. Kesempatan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami sebagai pelaku usaha lokal,” ungkap Seli.
Dari sektor kriya dan fesyen, Indah Rahmawati, pendiri Nyalakok Tenun, membawa semangat pemberdayaan perempuan Lombok melalui karya tenun yang dikerjakan secara turun-temurun. “Seluruh penenun kami adalah perempuan yang melestarikan budaya menenun khas Lombok. Event ini membuka peluang baru bagi kami untuk memperkenalkan hasil tenun dan produk turunannya seperti aksesori kepada lebih banyak orang,” jelas Indah.
Baca Juga: MotoGP 2025 Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Daerah dan Catat Penyelenggaraan Terbaik
Sementara, Ni Made Pipin, pemilik Mutiara Gitbay, mengaku bangga bisa memperkenalkan produk perhiasan mutiaranya di ajang bergengsi ini. “Melalui dukungan Pertamina Patra Niaga, kami mendapat banyak manfaat, mulai dari pelatihan hingga kesempatan tampil di acara besar seperti MotoGP Mandalika. Selain meningkatkan penjualan, pengalaman ini memperluas jaringan bisnis kami,” ujarnya.
Lihat Juga :