Bulan Inklusi Keuangan, Prudential Dorong Literasi Keuangan Perempuan Indonesia
Senin, 20 Oktober 2025 - 12:27 WIB
Data Satgas PASTI OJK menunjukkan, sepanjang 2024 terdapat lebih dari 200.000 laporan aktivitas keuangan ilegal dengan total kerugian mencapai sekitar Rp6 triliun. Modus yang paling sering ditemukan meliputi penipuan jual beli online, fake call, phishing, penawaran investasi palsu, hingga love scam.
Sebagian besar korbannya adalah perempuan, yang sering menjadi sasaran karena perannya sebagai pengatur keuangan rumah tangga. Friderica menekankan pentingnya kemampuan dasar seperti mengenali lembaga keuangan yang terdaftar di OJK, memahami kontrak sebelum menandatangani perjanjian, dan berani menolak tawaran yang tidak logis.
Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia Karin Zulkarnaen menyebutkan, mmentum Bulan Inklusi Keuangan ini mengingatkan bahwa perempuan punya peran besar dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga. Ketika seorang ibu memahami nilai dan pengelolaan uang, ia tidak hanya melindungi keluarganya, tetapi juga mewariskan pengetahuan finansial kepada anak-cucunya. ”Maka, dengan pemahaman finansial yang baik, mereka bisa melindungi keluarga dari risiko tak terduga dan mengambil keputusan yang lebih bijak,” tuturnya.
Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah Siti Ma’rifah menambahkan konteks perempuan sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak menjadikan literasi keuangan semakin penting. Dengan memahami cara mengelola keuangan rumah tangga, menabung, hingga berinvestasi, perempuan bisa membuat keputusan finansial yang cerdas.
”Mereka adalah perintis dan pewaris nilai-nilai keuangan keluarga. Ketahanan keluarga sangat terkait dengan ketahanan ekonomi, karena itu perempuan berdaya berarti ekonomi jaya. Sebagai bagian dari ekosistem ekonomi syariah, kami terus mendukung upaya literasi keuangan agar perempuan siap menghadapi setiap guncangan ekonomi dengan bijak,” terangnya.
Sebagian besar korbannya adalah perempuan, yang sering menjadi sasaran karena perannya sebagai pengatur keuangan rumah tangga. Friderica menekankan pentingnya kemampuan dasar seperti mengenali lembaga keuangan yang terdaftar di OJK, memahami kontrak sebelum menandatangani perjanjian, dan berani menolak tawaran yang tidak logis.
Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia Karin Zulkarnaen menyebutkan, mmentum Bulan Inklusi Keuangan ini mengingatkan bahwa perempuan punya peran besar dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga. Ketika seorang ibu memahami nilai dan pengelolaan uang, ia tidak hanya melindungi keluarganya, tetapi juga mewariskan pengetahuan finansial kepada anak-cucunya. ”Maka, dengan pemahaman finansial yang baik, mereka bisa melindungi keluarga dari risiko tak terduga dan mengambil keputusan yang lebih bijak,” tuturnya.
Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah Siti Ma’rifah menambahkan konteks perempuan sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak menjadikan literasi keuangan semakin penting. Dengan memahami cara mengelola keuangan rumah tangga, menabung, hingga berinvestasi, perempuan bisa membuat keputusan finansial yang cerdas.
”Mereka adalah perintis dan pewaris nilai-nilai keuangan keluarga. Ketahanan keluarga sangat terkait dengan ketahanan ekonomi, karena itu perempuan berdaya berarti ekonomi jaya. Sebagai bagian dari ekosistem ekonomi syariah, kami terus mendukung upaya literasi keuangan agar perempuan siap menghadapi setiap guncangan ekonomi dengan bijak,” terangnya.
Lihat Juga :