Satu Tahun Prabowo-Gibran: Menantang Badai, Membawa Energi hingga Pelosok Negeri
Senin, 20 Oktober 2025 - 14:42 WIB
Hal senada juga diungkapkan Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso. Menurut dia, Pertamina terus mengantisipasi jika terjadi eskalasi geopolitik dengan memonitor kapal-kapal Pertamina.
Proporsi impor minyak mentah Pertamina dari Timur Tengah sekitar 19%. Adapun pada 2024 total realisasi impor minyak mentah Pertamina sekitar 348.000 barel per hari (bph).
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menegaskan PIS telah menunjukkan komitmen dan kinerjanya dalam mendukung kemandirian energi nasional. Hal itu turut mendukung visi Asta Cita Presiden, serta memperkuat posisi Indonesia di sektor maritim, baik domestik dan internasional.
"PIS tidak hanya menjamin distribusi energi tetap terjaga, tetapi juga memastikan ketahanan energi yang menjadi urat nadi perekonomian nasional," ujar Simon Aloysius.
"Distribusi energi di Indonesia dikenal sebagai yang terumit di dunia, namun Pertamina selalu setia menyalurkan energi kepada seluruh masyarakat Indonesia di mana pun berada," tutur Simon.
Melalui rantai pasok yang terintegrasi dari PIS hingga Pertamina Patra Niaga, Pertamina berhasil menjalankan penugasan pemerintah dengan menyediakan energi secara adil dan merata dari kota hingga desa, dari ibukota hingga pelosok nusantara.
Saat ini, Pertamina telah menyediakan 6.000 armada mobil tangki, 476 Kapal tanker kapal pendukung untuk mendistribusikan BBM dan LPG. Simon menegaskan, Pertamina terus memperkuat perannya sebagai tulang punggung penyaluran energi nasional agar penyediaan dan distribusi energi lebih mudah diakses dengan harga terjangkau.
Baca Juga: Bangun PLTS 25,7 MWp di WK Rokan, Pertamina Hemat Rp50 Miliar per Tahun
Proporsi impor minyak mentah Pertamina dari Timur Tengah sekitar 19%. Adapun pada 2024 total realisasi impor minyak mentah Pertamina sekitar 348.000 barel per hari (bph).
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menegaskan PIS telah menunjukkan komitmen dan kinerjanya dalam mendukung kemandirian energi nasional. Hal itu turut mendukung visi Asta Cita Presiden, serta memperkuat posisi Indonesia di sektor maritim, baik domestik dan internasional.
"PIS tidak hanya menjamin distribusi energi tetap terjaga, tetapi juga memastikan ketahanan energi yang menjadi urat nadi perekonomian nasional," ujar Simon Aloysius.
Distribusi Energi Terumit di Dunia
Indonesia terkenal dengan distribusi energi terumit di dunia. Namun, tekad Pertamina menyalurkan energi hingga pelosok negeri tak pernah surut sekalipun menembus tantangan geografis Indonesia yang terdiri dari 17.000 pulau dengan 83.000 lebih desa dan kelurahan."Distribusi energi di Indonesia dikenal sebagai yang terumit di dunia, namun Pertamina selalu setia menyalurkan energi kepada seluruh masyarakat Indonesia di mana pun berada," tutur Simon.
Melalui rantai pasok yang terintegrasi dari PIS hingga Pertamina Patra Niaga, Pertamina berhasil menjalankan penugasan pemerintah dengan menyediakan energi secara adil dan merata dari kota hingga desa, dari ibukota hingga pelosok nusantara.
Saat ini, Pertamina telah menyediakan 6.000 armada mobil tangki, 476 Kapal tanker kapal pendukung untuk mendistribusikan BBM dan LPG. Simon menegaskan, Pertamina terus memperkuat perannya sebagai tulang punggung penyaluran energi nasional agar penyediaan dan distribusi energi lebih mudah diakses dengan harga terjangkau.
Baca Juga: Bangun PLTS 25,7 MWp di WK Rokan, Pertamina Hemat Rp50 Miliar per Tahun
Lihat Juga :