Musim Laporan Keuangan Bakal Jadi Penentu Arah IHSG Pekan Ini, Berpeluang Menuju 8.400

Senin, 27 Oktober 2025 - 08:06 WIB
Selain itu, sentimen geopolitik melibatkan rencana pertemuan antara Donald Trump dan Xi Jinping pada 30 Oktober 2025 untuk membahas negosiasi tarif dagang. Baca Juga: Bursa Sepekan: IHSG Naik 4,5%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp15.234 Triliun

Dari sisi komoditas, harga emas mencatat penurunan terdalam dalam satu dekade, sementara harga minyak mentah WTI mendekati level tertinggi dalam dua minggu akibat kekhawatiran pasokan menyusul sanksi baru AS terhadap Rusia.

Sementara itu, dari sentimen domestik, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 4,75%, suku bunga deposit facility 3,75 persen, dan lending facility 5,5% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) 21-22 Oktober 2025. Ada pula rencana Danantara melebur aset manajemen milik BBRI, BMRI, dan BBNI menjadi satu entitas.

Menghadapi pekan perdagangan 27-31 Oktober 2025, David mengakui bahwa kondisi pasar modal Indonesia dipengaruhi positif oleh sentimen earning season. Pelaku pasar akan menyoroti kinerja emiten besar di berbagai sektor untuk mencari arah pasar berikutnya.

"Para trader wajib menyimak laporan keuangan yang release 1-2 minggu ke depan dan memanfaatkan momentum earning season jika harga terapresiasi signifikan. Sementara itu untuk investor, tetap pantau pertumbuhan growth fundamental dan akumulasi secara bertahap," ungkap David.

IPOT merekomendasikan empat saham dan obligasi sebagai pilihan, antara lain:
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!