Mendorong Pemanfaatan Pertanian Presisi Berbasis Data dan Teknologi

Kamis, 06 November 2025 - 22:30 WIB
Salah satunya dalam kegiatan Panen Riset PreciX-Agrosolution di Desa Sukamandi, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang, Jawa Barat, penerapan pertanian presisi di lahan seluas 11,68 hektar berhasil meningkatkan hasil panen menjadi 5,6 ton per hektare, naik hampir 10% dari metode konvensional.

Pada akhirnya, teknologi dan inovasi mampu menjadi langkah nyata menuju pertanian modern yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan sehingga membawa harapan baru bagi masa depan pangan Indonesia.

Membangun Ekosistem Inovasi Melalui FertInnovation Challenge 2025

Untuk memperkuat inovasi sektor pertanian, Pupuk Indonesia bersama Indonesia Agrichemical Research Institute (IARI) kembali meluncurkan FertInnovation Challenge 2025. Program ini menjadi wadah bagi talenta muda, peneliti, startup, dan profesional untuk menghadirkan ide-ide baru yang menjawab tantangan di bidang pupuk dan pertanian.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi menyampaikan, pentingnya kolaborasi dan inovasi dalam menghadapi tantangan global.

"Pemerintah telah menetapkan target swasembada pangan dan mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Oleh karena itu, Pupuk Indonesia memberikan peluang selebar-lebarnya bagi para talenta muda, peneliti, startup, hingga profesional untuk bisa berkontribusi mendukung target tersebut melalui ide-ide riset dan teknologi di bidang pertanian dan pangan," demikian ungkap Rahmad di Jakarta (30/10).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!