26 Tahun Terkatung-katung, Bahlil Ancam Cabut Izin Inpex di Blok Masela
Selasa, 11 November 2025 - 19:31 WIB
Ia menambahkan, saat ini proses Final Investment Decision (FID) atau Keputusan Investasi Akhir sudah berjalan. Proses tersebut mencakup tender untuk Engineering, Procurement, and Construction (EPC), yakni rekayasa, pengadaan, dan pembangunan fasilitas produksi seperti anjungan lepas pantai, jaringan pipa, hingga kilang gas.
Baca Juga: Kejar Proyek Masela Beroperasi Kuartal IV 2030, SKK Migas Beberkan Apa Saja Tantangannya
Proyek Blok Masela sendiri digadang menjadi salah satu proyek gas terbesar di Indonesia. Volume produksinya diproyeksikan mencapai 10,5 juta ton setara LNG per tahun, dengan 9,5 juta ton di antaranya berupa LNG, yang setara dengan lebih dari 10 persen impor LNG tahunan Jepang. Selain itu, blok ini juga diperkirakan mampu memproduksi sekitar 35 ribu barel kondensat per hari.
Pemerintah berharap realisasi proyek ini tak lagi tertunda, mengingat kontribusinya sangat besar bagi ketahanan energi nasional dan potensi penerimaan negara. "Target kita, tahun 2029 Blok Masela sudah harus berproduksi," tandas Bahlil.
Baca Juga: Kejar Proyek Masela Beroperasi Kuartal IV 2030, SKK Migas Beberkan Apa Saja Tantangannya
Proyek Blok Masela sendiri digadang menjadi salah satu proyek gas terbesar di Indonesia. Volume produksinya diproyeksikan mencapai 10,5 juta ton setara LNG per tahun, dengan 9,5 juta ton di antaranya berupa LNG, yang setara dengan lebih dari 10 persen impor LNG tahunan Jepang. Selain itu, blok ini juga diperkirakan mampu memproduksi sekitar 35 ribu barel kondensat per hari.
Pemerintah berharap realisasi proyek ini tak lagi tertunda, mengingat kontribusinya sangat besar bagi ketahanan energi nasional dan potensi penerimaan negara. "Target kita, tahun 2029 Blok Masela sudah harus berproduksi," tandas Bahlil.
(nng)
Lihat Juga :