Danantara: Banyak Pesawat Garuda Tak Bisa Terbang Jadi Beban Perusahaan
Jum'at, 14 November 2025 - 16:22 WIB
Pesawat Garuda Indonesia banyak yang tidak bisa terbang akibat belum menjalani perawatan wajib. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Managing Director Non-Financial Holding Operasional Danantara, Febriany Eddy mengungkapkan ada banyak pesawat Garuda Indonesia yang tidak bisa terbang akibat belum menjalani perawatan wajib. Situasi ini sangat mendesak karena jika dibiarkan maka akan berdampak langsung pada keuangan perusahaan.
"Kalau pesawat itu grounded di airlines, itu dia double hit. Tidak ada revenue karena tidak bisa terbang, tapi sewa pesawat dan fixed cost lainnya jalan terus. Jadi setiap hari kita men-delay, semakin besar lubang yang harus ditutup," jelasnya dalam media briefing di Kantor Danantara, Jakarta, Jumat (14/11/2025).
Baca Juga: Garuda Indonesia Dapat Kucuran Dana dari Danantara Rp23,67 Triliun
Febriany menilai, pesawat yang tidak bisa terbang atau grounded telah menimbulkan beban ganda bagi Garuda. Selain tidak menghasilkan pendapatan karena tidak beroperasi, biaya sewa serta biaya tetap lainnya tetap harus dibayar. Kondisi ini membuat kerugian Garuda terus membesar setiap harinya.
"Kalau pesawat itu grounded di airlines, itu dia double hit. Tidak ada revenue karena tidak bisa terbang, tapi sewa pesawat dan fixed cost lainnya jalan terus. Jadi setiap hari kita men-delay, semakin besar lubang yang harus ditutup," jelasnya dalam media briefing di Kantor Danantara, Jakarta, Jumat (14/11/2025).
Baca Juga: Garuda Indonesia Dapat Kucuran Dana dari Danantara Rp23,67 Triliun
Febriany menilai, pesawat yang tidak bisa terbang atau grounded telah menimbulkan beban ganda bagi Garuda. Selain tidak menghasilkan pendapatan karena tidak beroperasi, biaya sewa serta biaya tetap lainnya tetap harus dibayar. Kondisi ini membuat kerugian Garuda terus membesar setiap harinya.
Lihat Juga :