Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pertamina Perkuat Pengawasan Distribusi Energi dan Aktifkan Satgas Nataru

Selasa, 18 November 2025 - 08:54 WIB
Baca Juga: Proyeksi Nataru 2026, Kapolri-Menhub Fokus Pengamanan Jalur dan Cuaca Ekstrem

Berdasarkan analisis data BMKG, hujan intensif telah tercatat di beberapa daerah dalam sepekan terakhir, seperti Tampa Padang di Sulawesi Barat dengan 152 mm per hari, Torea (Papua Barat) 135,7 mm, serta Naha di Sulawesi Utara 105,8 mm. Lebih lanjut, BMKG mencatat 45 kejadian bencana cuaca ekstrem pada periode 26 Oktober hingga 1 November 2025, didominasi oleh banjir, tanah longsor, dan kerusakan bangunan.

Direktur Eksekutif Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro, berpendapat, kesiapsiagaan terhadap potensi banjir, banjir bandang, dan tanah longsor perlu terus ditingkatkan. Hal ini dinilai krusial, terutama di wilayah dengan topografi curam dan daerah aliran sungai yang rentan.

Meskipun potensi hujan meningkat, fenomena suhu maksimum harian yang masih cukup tinggi di sejumlah wilayah, bahkan mencapai 37°C di Riau dan lebih dari 36°C di beberapa wilayah Sumatera dan Nusa Tenggara, menunjukkan kondisi atmosfer yang belum stabil. Ketidakstabilan ini membuat potensi cuaca ekstrem dapat muncul sewaktu-waktu.

Pertamina berkomitmen untuk menjaga pasokan energi ke masyarakat. Pertamina akan terus mengupayakan kelancaran pasokan tersebut. Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi layanan dan produk Pertamina dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135 ataupun melalui media sosial resmi Pertamina.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!