Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pertamina Perkuat Pengawasan Distribusi Energi dan Aktifkan Satgas Nataru

Selasa, 18 November 2025 - 08:54 WIB
Baron menambahkan, selain melakukan monitoring stok energi secara intensif, perseroan juga fokus pada keandalan seluruh sarana transportasi pada berbagai moda, sebagai tulang punggung proses distribusi. Armada transportasi meliputi mobil tangki, kapal laut, hingga pesawat udara disiagakan untuk menembus kondisi jalan yang berpotensi terdampak bencana alam seperti banjir, longsor, atau cuaca buruk lainnya.

Komitmen manajemen Pertamina beserta seluruh subholding ditegaskan untuk memastikan pasokan energi berjalan lancar di tengah berbagai situasi. Pertamina terus berupaya meningkatkan keandalan infrastruktur energi guna mendukung ketahanan distribusi nasional.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan semua pihak untuk siaga menghadapi puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung dari November 2025 hingga Februari 2026. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menyatakan peralihan musim meningkatkan potensi cuaca ekstrem, termasuk hujan lebat, angin kencang, hingga ancaman siklon tropis dari arah selatan Indonesia.

Hingga akhir Oktober, BMKG mencatat sebanyak 43,8% wilayah Indonesia atau setara 306 Zona Musim (ZOM) telah memasuki musim hujan. Kondisi ini membawa potensi curah hujan tinggi di atas 150 milimeter per dasarian.

Curah hujan tinggi hingga sangat tinggi ini berpotensi terjadi di sejumlah wilayah. Di antaranya meliputi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua Tengah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!