Indonesia Produsen Tuna Terbesar di Dunia, Sumbang 20% Produksi Global
Senin, 24 November 2025 - 22:21 WIB
"Indonesia saat ini merupakan salah satu produsen tuna terbesar dunia, menyumbang 17–20% produksi global. Namun penurunan stok tuna global dapat berdampak langsung terhadap pendapatan nelayan kecil hingga industri pengolahan," sambungnya.
Pada peringatan World Fisheries Day hari ini, Tuna Consortium (TC) dan Asosiasi Perikanan Pole & Line dan Handline Indonesia (AP2HI) mendorong kembali metode huhate untuk menangkap ikan tuna. Metode tradisional ini semacam mengambil ikan tuna menggunakan joran dan tali pancing.
Hal ini dinilai memiliki nilai strategis bukan hanya bagi keberlanjutan ekosistem laut, tetapi juga bagi perekonomian pesisir dan memberikan keunggulan kompetitif bagi industri tuna nasional.
"Huhate bukan hanya warisan budaya, tetapi juga aset ekonomi yang membuka peluang besar bagi masyarakat pesisir dan industri tuna nasional melalui pemenuhan standar keberlanjutan global yang kini menjadi syarat utama akses pasar," kata Thilma Komaling
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum AP2HI Abrizal Andrew Ang menambahkan, khusus untuk pasar ikan tuna di Eropa dan Inggris, permintaan untuk tuna yang ditangkap dengan metode berkelanjutan huhate (pole and line, metode penangkapan tuna tradisional Indonesia) mencapai lebih 26.000 metrik ton (MT).
Permintaan ini akan terus bertambah dan berpeluang besar dalam menguatkan perikanan huhate (pole and line) Indonesia menjadi salah satu kunci bagi industri untuk mempertahankan daya saing tersebut.
Pada peringatan World Fisheries Day hari ini, Tuna Consortium (TC) dan Asosiasi Perikanan Pole & Line dan Handline Indonesia (AP2HI) mendorong kembali metode huhate untuk menangkap ikan tuna. Metode tradisional ini semacam mengambil ikan tuna menggunakan joran dan tali pancing.
Hal ini dinilai memiliki nilai strategis bukan hanya bagi keberlanjutan ekosistem laut, tetapi juga bagi perekonomian pesisir dan memberikan keunggulan kompetitif bagi industri tuna nasional.
"Huhate bukan hanya warisan budaya, tetapi juga aset ekonomi yang membuka peluang besar bagi masyarakat pesisir dan industri tuna nasional melalui pemenuhan standar keberlanjutan global yang kini menjadi syarat utama akses pasar," kata Thilma Komaling
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum AP2HI Abrizal Andrew Ang menambahkan, khusus untuk pasar ikan tuna di Eropa dan Inggris, permintaan untuk tuna yang ditangkap dengan metode berkelanjutan huhate (pole and line, metode penangkapan tuna tradisional Indonesia) mencapai lebih 26.000 metrik ton (MT).
Permintaan ini akan terus bertambah dan berpeluang besar dalam menguatkan perikanan huhate (pole and line) Indonesia menjadi salah satu kunci bagi industri untuk mempertahankan daya saing tersebut.
Lihat Juga :