Purbaya Klaim Publik Puas dengan Pemerintah, Pede Aksi Demo Berkurang

Kamis, 27 November 2025 - 20:52 WIB
Menkeu membandingkan kondisi tersebut dengan periode Juni-Agustus 2025 ketika ekonomi melambat dan indeks keyakinan publik turun drastis. Saat itu, ketidakpuasan masyarakat memicu demonstrasi besar di berbagai daerah. "Jadi pada waktu kemarin ekonomi melambat di Juni, Juli, Agustus, September, ini turun ke level yang rendah sekali. Itu menggambarkan ketidakpuasan masyarakat ke kita semua, sehingga gampang sekali mereka turun ke jalan," jelasnya.

Sejak dilantik pada 8 September 2025, Purbaya menyatakan telah melakukan langkah cepat untuk memulihkan kepercayaan publik melalui kebijakan penempatan dana pemerintah di perbankan nasional. Kebijakan tersebut menurutnya mampu kembali menggerakkan perekonomian. "Kalau kita tidak balik ekonominya, kita dalam keadaan bahaya, langkah kita membalik dengan Rp200 triliun tambah Rp76 triliun, ini sudah berhasil men-trigger optimisme," katanya.

Baca Juga: Purbaya Minta Waktu Satu Tahun untuk Benahi Citra dan Kinerja Bea Cukai

Purbaya menilai dukungan DPR dan Presiden terhadap kebijakan tersebut berperan besar dalam menghidupkan kembali momentum ekonomi. "Artinya atas dukungan Komisi XI, itu saja sudah bisa men-trigger pertumbuhan ekonomi dan membalik arah ekonomi kita," kata Purbaya.

Ke depan, ia berharap tren perbaikan ini dapat dipertahankan agar pemerintah bisa fokus mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi. Menurutnya, angka pertumbuhan 6% pada 2026 bukan hal yang sulit dicapai apabila momentum yang ada dapat dijaga. "Kalau ini bisa kita jaga sih, tahun depan kita bisa tumbuh 6 persen dengan tidak terlalu sulit saya pikir," ujarnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!