Ekonom: Jangan Paksa Kredit Naik, Nanti Bisa Jadi Kanibalisme
Selasa, 15 September 2020 - 18:45 WIB
Sebab, dengan "pemaksaan" tersebut akan mendorong pemerintah menempatkan dana di bank dengan iming-iming suku bunga yang rendah dan lain sebagainya.
"Pemerintah kan inginnya pertumbuhan kredit naik tinggi untuk dorong pertumbuhan ekonomi. Padahal, kondisi kayak gini. Kondisi ekonomi tidak terelakan, penurunan kredit tidak terelakan, dan kalau itu dipaksakan akan mendistorsi perekonomian kita dan menempatkan perbankan kita dalam bahaya," beber dia. (Baca juga: 91,3 Juta Masyarakat Indonesia Masih Gaptek Perbankan Digital )
Dengan demikian, bisa terjadi kanibalisme serta peningkatan risiko perbankan dan pada ujungnya akan membahayakan kestabilan perbankan itu sendiri.
"Saya tidak sependapat kalau memaksakan bank untuk melakukan sesuatu yang berujung pada peningkatan risiko bank apalagi kalau menempatkan dana dari LPS itu saya lebih tidak setuju lagi," katanya.
"Pemerintah kan inginnya pertumbuhan kredit naik tinggi untuk dorong pertumbuhan ekonomi. Padahal, kondisi kayak gini. Kondisi ekonomi tidak terelakan, penurunan kredit tidak terelakan, dan kalau itu dipaksakan akan mendistorsi perekonomian kita dan menempatkan perbankan kita dalam bahaya," beber dia. (Baca juga: 91,3 Juta Masyarakat Indonesia Masih Gaptek Perbankan Digital )
Dengan demikian, bisa terjadi kanibalisme serta peningkatan risiko perbankan dan pada ujungnya akan membahayakan kestabilan perbankan itu sendiri.
"Saya tidak sependapat kalau memaksakan bank untuk melakukan sesuatu yang berujung pada peningkatan risiko bank apalagi kalau menempatkan dana dari LPS itu saya lebih tidak setuju lagi," katanya.
(ind)
Lihat Juga :