Studi Ungkap Kerugian Akibat Banjir Dahsyat di Asia Tembus Rp333 Triliun

Kamis, 11 Desember 2025 - 18:05 WIB
Baca Juga: Disebut Bohongi Presiden, Begini Cerita Bahlil Soal Laporan Kondisi Listrik di Aceh

Laporan dari firma riset BMI, unit dari Fitch Solutions, memperingatkan meningkatnya risiko "bencana majemuk" di kawasan ini. Fenomena di mana beberapa peristiwa ekstrem terjadi dalam waktu berdekatan diprediksi akan lebih sering muncul dan menimbulkan kerusakan lebih besar di masa depan.

Tingkat kerentanan populasi semakin mengkhawatirkan. Data BMI menunjukkan proporsi penduduk yang tinggal di wilayah berisiko banjir cukup tinggi, di antaranya 21% di Malaysia, sekitar 20% di Indonesia, serta sekitar 15% di Singapura, Vietnam, Filipina, dan Sri Lanka.

Proporsi tersebut dinilai lebih tinggi dibandingkan pertengahan hingga akhir tahun 2010-an. Analis memproyeksikan angka ini akan terus meningkat seiring percepatan pemanasan global dan pertumbuhan populasi di area-area rentan.

Baca Juga: Menelusuri Akar Masalah Banjir Sumatera: Sawit, Tambang, atau Kertas?
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!