Tiga Negara Bersaing Garap Proyek Pembangkit Nuklir Pertama di Indonesia

Sabtu, 13 Desember 2025 - 20:19 WIB
Setelah Perpres diterbitkan, pemerintah akan menyampaikannya kepada IAEA untuk memperoleh persetujuan NEPIO sebelum proyek fisik dimulai. Opsi teknologi yang dipertimbangkan mencakup reaktor modular kecil (Small Modular Reactor/SMR) berkapasitas sekitar 250 megawatt hingga reaktor skala besar dengan kapasitas mencapai 1,4 gigawatt.

Baca Juga: Putin ke Prabowo: Rusia Siap Bantu Indonesia Kembangkan Energi Nuklir

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa peta jalan pengembangan PLTN telah disusun hingga 2034 dengan total kapasitas 500 MW. Pembangunan akan dilakukan masing-masing 250 MW di Sumatra dan Kalimantan menggunakan teknologi SMR. Indonesia tercatat memiliki 29 lokasi potensial untuk pembangunan PLTN yang tersebar dari Sumatra Utara hingga Papua Selatan.

Pengembangan PLTN menjadi bagian dari strategi Indonesia untuk mencapai target Net Zero Emission 2060. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional, porsi energi nuklir dalam bauran energi nasional diproyeksikan mencapai 0,4 persen pada 2032 dan meningkat menjadi 12,1 persen pada 2060.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!