Ekonomi 2026 Masih Mendung, Berbagai Instrumen Investasi Diprediksi Terkoreksi

Rabu, 17 Desember 2025 - 22:23 WIB


Faktor-faktor tersebut meliputi mid-term election Amerika Serikat, Piala Dunia 2026, arah kebijakan kabinet baru The FED, dan risiko kenaikan suku bunga Jepang yang dapat mengakhiri era Yen Carry Trade. Reiner memperkirakan Japan Rate Hike ini akan menarik kembali aliran likuiditas global ke negara asalnya.

Menurunnya arus likuiditas ini akan menekan aset berisiko seperti saham, kripto, dan komoditas spekulatif. China juga kembali menegaskan larangan pada aktivitas kripto, khususnya stablecoin, karena mereka menilai aset digital itu berisiko bagi stabilitas ekonomi dan arus keuangan.

“Di sisi lain, ada kekhawatiran munculnya AI bubble karena bisnis model kecerdasan buatan ini belum terbukti mendukung untuk menghasilkan arus kas berkelanjutan secara berkesinambungan. Penggunaan AI masih sangat primitif di masyarakat maupun institusi namun biaya pengembangannya sudah di luar akal sehat,” papar Reiner.

Dampaknya lanjut Reiner, banyak aset investasi yang akan masuk fase koreksi besar. Emas akan mengalami fase koreksi cukup signifikan diikuti oleh bentuk aset logam lainnya yang lebih volatile.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!