Ekonomi 2026 Masih Mendung, Berbagai Instrumen Investasi Diprediksi Terkoreksi
Rabu, 17 Desember 2025 - 22:23 WIB
Indeks saham global pun akan turun yang tentu memicu penurunan lebih drastis pada aset spekulatif seperti Bitcoin yang tidak memiliki routine earning, tapi berbasis feeling. “Kondisi ini dapat memicu terjadinya efek spiral. Jika aksi jual institusional terjadi di pasar yang sedang bearish, maka efek spiral ke bawah tidak dapat dihindarkan,” katanya.
Baca Juga: Investasi Digital Rp60 Triliun Masih Dikuasai Jabodetabek dan Bandung
Dalam situasi ini, Reiner menilai pendekatan spekulatif akan semakin berisiko dan harus menghindari posisi investasi pada berbagai aset, sembari menunggu sampai harga koreksi tercapai atau biasa disebut buy bottom, hindari buy the top. Meskipun tekanan ekonomi meningkat, peluang tetap ada pada sektor bisnis.
“Beberapa sektor yang dinilai masih berpotensi menguntungkan pada 2026 antara lain adalah industri kecantikan dan kebugaran, layanan kesehatan usia lanjut (anti-aging), pendidikan anak dan remaja, serta sektor berbasis perilaku konsumsi Masyarakat,” papar Reiner.
Reiner Rahardja menegaskan bahwa 2026 bukan sekadar tahun sulit, melainkan periode seleksi alam. Pelaku usaha dan investor yang mampu beradaptasi dan membangun fundamental pendapatan, dinilai memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dan tumbuh ditengah siklus ekonomi yang menantang.
Baca Juga: Investasi Digital Rp60 Triliun Masih Dikuasai Jabodetabek dan Bandung
Dalam situasi ini, Reiner menilai pendekatan spekulatif akan semakin berisiko dan harus menghindari posisi investasi pada berbagai aset, sembari menunggu sampai harga koreksi tercapai atau biasa disebut buy bottom, hindari buy the top. Meskipun tekanan ekonomi meningkat, peluang tetap ada pada sektor bisnis.
“Beberapa sektor yang dinilai masih berpotensi menguntungkan pada 2026 antara lain adalah industri kecantikan dan kebugaran, layanan kesehatan usia lanjut (anti-aging), pendidikan anak dan remaja, serta sektor berbasis perilaku konsumsi Masyarakat,” papar Reiner.
Reiner Rahardja menegaskan bahwa 2026 bukan sekadar tahun sulit, melainkan periode seleksi alam. Pelaku usaha dan investor yang mampu beradaptasi dan membangun fundamental pendapatan, dinilai memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dan tumbuh ditengah siklus ekonomi yang menantang.
(akr)
Lihat Juga :