Bank Dunia Wanti-wanti, Upah Murah Gerogoti Daya Beli RI
Kamis, 18 Desember 2025 - 08:51 WIB
Sektor pertanian menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan penambahan sekitar 490 ribu pekerja, disusul sektor akomodasi serta makanan dan minuman yang menyerap sekitar 420 ribu pekerja. Kedua sektor ini menawarkan upah rata-rata sekitar Rp2,55 juta per bulan, jauh di bawah rata-rata upah nasional sebesar Rp3,33 juta per bulan.
Upah Riil Terus Tergerus
Bank Dunia mencatat upah riil di Indonesia mengalami penurunan sepanjang periode 2018–2024 dengan rata-rata penyusutan 1,1% per tahun. Penurunan terdalam dialami pekerja berkeahlian tinggi dengan kontraksi hingga 2,3% per tahun, sementara upah pekerja berkeahlian menengah menyusut rata-rata 1,1% per tahun. Hanya pekerja berkeahlian rendah yang mencatat kenaikan tipis sekitar 0,3% per tahun.
Baca Juga: Warning Bank Dunia: Banjir Sumatera Ancaman Serius bagi Ekonomi RI
Kondisi tersebut berdampak langsung pada daya beli masyarakat. Bank Dunia memproyeksikan konsumsi rumah tangga hanya tumbuh 4,9% pada periode 2025–2027, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 5,1% pada 2024. "Hal ini menekan konsumsi rumah tangga, meskipun secara keseluruhan indikator makroekonomi utama tetap solid dan kuat," kata Carolyn.
Upah Riil Terus Tergerus
Bank Dunia mencatat upah riil di Indonesia mengalami penurunan sepanjang periode 2018–2024 dengan rata-rata penyusutan 1,1% per tahun. Penurunan terdalam dialami pekerja berkeahlian tinggi dengan kontraksi hingga 2,3% per tahun, sementara upah pekerja berkeahlian menengah menyusut rata-rata 1,1% per tahun. Hanya pekerja berkeahlian rendah yang mencatat kenaikan tipis sekitar 0,3% per tahun.
Baca Juga: Warning Bank Dunia: Banjir Sumatera Ancaman Serius bagi Ekonomi RI
Kondisi tersebut berdampak langsung pada daya beli masyarakat. Bank Dunia memproyeksikan konsumsi rumah tangga hanya tumbuh 4,9% pada periode 2025–2027, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 5,1% pada 2024. "Hal ini menekan konsumsi rumah tangga, meskipun secara keseluruhan indikator makroekonomi utama tetap solid dan kuat," kata Carolyn.
(nng)
Lihat Juga :