Ekspor Minyak Mentah Arab Saudi Banjiri China, Cetak Rekor Tertinggi sejak 2023

Minggu, 21 Desember 2025 - 07:38 WIB
Diskon harga Arab Light menjadi daya tarik utama bagi pelanggan di Asia menjadi harga terendah dalam lima tahun sebagai faktor utama. Kilang-kilang penyuling di China, termasuk yang dioperasikan oleh PetroChina, Rongsheng Petrochemical, dan Shenghong Petrochemical, diproyeksikan menerima sekitar 1,6 juta bph minyak Saudi pada Januari 2025.

Angka tersebut merupakan alokasi tertinggi sejak Agustus 2024. Data sebelumnya dari Kpler juga menunjukkan, impor China pada November telah mencapai puncak lima bulan di level 1,59 juta bph. Lonjakan ekspor ini terjadi di tengah pelemahan tajam harga minyak global, dengan Brent dan WTI diperdagangkan di level terendah multi-tahun.

Baca Juga: Israel Berencana Serang Iran Lagi, Siap Beberkan Pengarahan kepada Trump

International Energy Agency (IEA) bahkan memperingatkan potensi kelebihan pasokan signifikan hingga 4 juta bph pada 2026. Strategi Riyadh ini dinilai sebagai upaya merebut kembali pangsa pasar yang terkikis oleh produsen minyak AS, yang produksinya terus melonjak dalam beberapa tahun terakhir. Untuk mendukung ekspor, produksi minyak mentah Arab Saudi meningkat menjadi 10 juta bph pada Oktober, level tertinggi sejak April 2023.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!