Harga Emas Dunia Diprediksi Cetak Rekor Baru, Rupiah Fluktuatif Pekan Depan
Minggu, 21 Desember 2025 - 15:01 WIB
Namun, investor tetap perlu mewaspadai potensi koreksi teknis. Jika harga emas dunia turun, level dukungan (support) pertama berada di USD4.291 dengan estimasi harga domestik Rp2.475.000, sementara support kedua berada di USD4.256 yang dapat menekan harga logam mulia hingga ke level Rp2.400.000.
Sebaliknya, penguatan jangka pendek akan menghadapi titik resistansi pertama di USD4.378 yang diprediksi akan membawa harga domestik ke Rp2.510.000 pada perdagangan hari Senin.
Di sisi lain, pergerakan nilai tukar Rupiah diproyeksikan masih akan fluktuatif dalam rentang Rp16.680 hingga Rp16.820 per dolar AS, sejalan dengan indeks dolar AS (DXY) yang ditutup di level 98,695 dengan rentang fluktuasi antara 98,142 hingga 99,240.
Fluktuasi harga emas dan mata uang ini sangat dipengaruhi oleh kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed). Meskipun data tenaga kerja memberikan sinyal penurunan suku bunga pada Januari mendatang, para ekonom tetap bersikap hati-hati karena penutupan pemerintahan (government shutdown) selama 43 hari terakhir telah mendistorsi data ekonomi penting seperti inflasi dan pengangguran.
Meskipun ada perbedaan pendapat di internal The Fed, Ibrahim menilai mayoritas Gubernur Bank Sentral cenderung mendukung penurunan suku bunga. Faktor ini, ditambah dengan pernyataan sembilan Gubernur The Fed pada pekan depan, akan menjadi pusat perhatian pelaku pasar global.
Selain faktor moneter, eskalasi geopolitik menjadi pendorong utama atau booster bagi harga emas sebagai aset aman (safe haven). Ketegangan di Amerika Latin meningkat tajam setelah Presiden Donald Trump menyatakan kesiapan untuk mengintervensi pemerintahan Maduro di Venezuela, yang ditandai dengan penangkapan kapal tanker minyak kedua.
Sebaliknya, penguatan jangka pendek akan menghadapi titik resistansi pertama di USD4.378 yang diprediksi akan membawa harga domestik ke Rp2.510.000 pada perdagangan hari Senin.
Di sisi lain, pergerakan nilai tukar Rupiah diproyeksikan masih akan fluktuatif dalam rentang Rp16.680 hingga Rp16.820 per dolar AS, sejalan dengan indeks dolar AS (DXY) yang ditutup di level 98,695 dengan rentang fluktuasi antara 98,142 hingga 99,240.
Fluktuasi harga emas dan mata uang ini sangat dipengaruhi oleh kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed). Meskipun data tenaga kerja memberikan sinyal penurunan suku bunga pada Januari mendatang, para ekonom tetap bersikap hati-hati karena penutupan pemerintahan (government shutdown) selama 43 hari terakhir telah mendistorsi data ekonomi penting seperti inflasi dan pengangguran.
Meskipun ada perbedaan pendapat di internal The Fed, Ibrahim menilai mayoritas Gubernur Bank Sentral cenderung mendukung penurunan suku bunga. Faktor ini, ditambah dengan pernyataan sembilan Gubernur The Fed pada pekan depan, akan menjadi pusat perhatian pelaku pasar global.
Selain faktor moneter, eskalasi geopolitik menjadi pendorong utama atau booster bagi harga emas sebagai aset aman (safe haven). Ketegangan di Amerika Latin meningkat tajam setelah Presiden Donald Trump menyatakan kesiapan untuk mengintervensi pemerintahan Maduro di Venezuela, yang ditandai dengan penangkapan kapal tanker minyak kedua.
Lihat Juga :