Industri Hotel Digulung Bencana, Tahun 2025 Jadi Paling Berat
Jum'at, 26 Desember 2025 - 14:03 WIB
Baca Juga: Digitalisasi Merambah Sektor Perhotelan, Smart Room Bikin Makin Nyaman
"Daerah-daerah yang terdampak bencana tentu akan sangat terpukul. Akses jalan terkendala, mobilitas wisatawan menurun, sehingga kontribusinya terhadap okupansi nasional juga berkurang," jelasnya.
Selain bencana, tantangan lain yang membayangi periode Nataru adalah cuaca ekstrem yang terjadi di berbagai wilayah. Kondisi tersebut membuat wisatawan cenderung membatasi perjalanan jarak jauh dan lebih berhati-hati dalam merencanakan liburan.
Dengan berbagai tekanan tersebut, PHRI menilai periode Nataru tahun ini lebih berperan sebagai penahan penurunan (buffer) dibandingkan sebagai pendorong pertumbuhan industri perhotelan. "Harapannya Nataru bisa menahan agar penurunannya tidak lebih dalam. Tapi untuk mendorong pertumbuhan, itu masih berat," pungkas Maulana.
"Daerah-daerah yang terdampak bencana tentu akan sangat terpukul. Akses jalan terkendala, mobilitas wisatawan menurun, sehingga kontribusinya terhadap okupansi nasional juga berkurang," jelasnya.
Selain bencana, tantangan lain yang membayangi periode Nataru adalah cuaca ekstrem yang terjadi di berbagai wilayah. Kondisi tersebut membuat wisatawan cenderung membatasi perjalanan jarak jauh dan lebih berhati-hati dalam merencanakan liburan.
Dengan berbagai tekanan tersebut, PHRI menilai periode Nataru tahun ini lebih berperan sebagai penahan penurunan (buffer) dibandingkan sebagai pendorong pertumbuhan industri perhotelan. "Harapannya Nataru bisa menahan agar penurunannya tidak lebih dalam. Tapi untuk mendorong pertumbuhan, itu masih berat," pungkas Maulana.
(akr)
Lihat Juga :