Injeksi Dana Rp276 Triliun ke Perbankan Gagal Dongkrak Ekonomi

Kamis, 01 Januari 2026 - 17:24 WIB

Tekanan pada APBN 2025

Kinerja ekonomi yang melambat pada sembilan bulan pertama 2025 juga berdampak pada penerimaan negara. Penerimaan pajak hingga November 2025 baru mencapai Rp1.634,43 triliun atau 74,65 persen dari target APBN 2025 sebesar Rp2.189 triliun, anjlok 3,21 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Purbaya soal Kenaikan Gaji PNS 2026: Kita Lihat Kondisi Keuangan Kita

Akibatnya, defisit APBN 2025 diprediksi melebar melampaui proyeksi outlook sebesar 2,78 persen terhadap PDB, meskipun Purbaya menegaskan akan tetap di bawah batas aman 3 persen yang diatur undang-undang. Per November 2025, defisit APBN tercatat Rp560,3 triliun atau 2,35 persen dari PDB.

Dengan kebijakan yang kini lebih sinkron antara pemerintah dan bank sentral, Purbaya optimistis pertumbuhan ekonomi 2026 bisa mencapai 6 persen, lebih tinggi dari asumsi APBN sebesar 5,4 persen.

"Kini kami bisa berbicara dengan lebih yakin bahwa tahun depan 6 persen, dan probabilitas itu terjadi semakin terbuka lebar karena kami semakin sinkron dengan bank sentral," tegasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!