Bos OJK Beberkan Strategi Perkuat Pasar Modal di 2026

Jum'at, 02 Januari 2026 - 16:06 WIB
Mahendra menekankan tahun 2026 akan menjadi periode implementasi kebijakan kunci untuk memperdalam pasar keuangan nasional. OJK berkomitmen menciptakan ekosistem yang tidak hanya unggul dari sisi valuasi, tetapi juga kuat secara tata kelola. "Pada 2026 ini, OJK bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen mengimplementasikan berbagai program strategis untuk penguatan pasar modal," ujar Mahendra.

Selain penguatan kualitas emiten lewat aturan free float, OJK telah menyiapkan tiga pilar strategis lainnya seperti setelah penguatan struktur pasar dinilai hampir rampung, OJK akan bergerak lebih agresif untuk menarik partisipasi investor domestik maupun asing. OJK memperkuat aspek market conduct dan pengawasan ketat terhadap financial influencer (finfluencer) yang memiliki pengaruh besar dalam membentuk persepsi investor ritel di media sosial.

Baca Juga: Jelang Pergantian Bos BEI, Purbaya Minta Harus Berani Sikat Penggoreng Saham

Selain itu, mengadopsi praktik terbaik dari negara-negara dengan growth story berkelanjutan, serta memperkuat manajemen risiko TI. OJK tidak segan mengenakan sanksi berat hingga pencabutan izin bagi pelanggaran serius terkait tata kelola dan TI. Rangkaian program ini diharapkan mampu menjadikan pasar modal Indonesia sebagai magnet bagi modal global, sekaligus membangun pasar yang lebih inklusif dan resilien di tengah dinamika ekonomi dunia.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!