Rupiah Coba Melawan Balik Dolar AS, Hari Ini Sentuh Rp16.865

Rabu, 14 Januari 2026 - 16:19 WIB
Pertumbuhan pendapatan negara diperkirakan satu digit. ‎Meskipun demikian, pertumbuhan pendapatan akan didukung oleh peningkatan secara bertahap konsumsi dan investasi domestik, serta potensi dorongan dari harga komoditas global yang lebih tinggi.

Sementara dari sisi pengeluaran, berpotensi kembali kurang dari target, terutama dalam transfer ke daerah, karena pemerintah terus mereformasi kebijakan pelaksanaan anggaran. Baca Juga: Depresiasi Rupiah di Tengah Penguatan Harga Saham



Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 6% pada 2026. Menurut Purbaya, angka tersebut tidak sulit tercapai karena pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi. Salah satu strateginya akselerasi anggaran, tujuannya agar belanja fiskal bisa digelontorkan di awal-awal tahun.

Kemudian, iklim usaha akan mulai membaik sehingga mengembalikan kepercayaan investor, termasuk investor asing, terhadap Indonesia. Kepercayaan ini bangkit sejalan dengan kebijakan penyelesaian masalah debottlenecking atau hambatan investasi maupun usaha melalui pembentukan satuan tugas yang menangani aduan pengusaha.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp16.860 - Rp16.890 per dolar AS.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!