DBS Dorong Perencanaan Keuangan Jangka Panjang Hadapi Transisi Demografi
Selasa, 20 Januari 2026 - 18:14 WIB
Founder & CEO QM Financial Ligwina Hananto menilai banyak masyarakat masih menunda perencanaan pensiun. “Banyak orang menunda perencanaan pensiun karena menunggu momen yang dianggap ideal: penghasilan stabil, tanggungan berkurang, atau kondisi ekonomi membaik. Padahal, perencanaan pensiun tidak menuntut kesempurnaan, melainkan kesinambungan,” ujarnya.
Baca Juga: UU APBN 2026 Tambah Wewenang Menkeu, Purbaya Pegang Peran Strategis Baru
Selain dana, kesiapan pensiun juga mencakup perlindungan terhadap risiko. Head of Investment & Insurance Products Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia Djoko Sulistyo menekankan pentingnya keseimbangan antara investasi dan proteksi. “Dengan menggabungkan investasi yang bijak dan proteksi melalui asuransi, nasabah dapat menjaga daya beli dan aset, memperoleh ketenangan pikiran, tetap mandiri, dan menikmati masa tua dengan percaya diri,” katanya.
Urgensi perencanaan ini turut diperkuat tren global. Studi CIO Insights mencatat harapan hidup manusia meningkat dari sekitar 40 tahun pada 1900 menjadi lebih dari 74 tahun saat ini, mendorong berkembangnya silver economy. Ekosistem ekonomi lansia, yang mencakup layanan kesehatan, perumahan, transportasi, hingga teknologi, diperkirakan menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi bernilai triliunan dolar di masa depan.
Baca Juga: UU APBN 2026 Tambah Wewenang Menkeu, Purbaya Pegang Peran Strategis Baru
Selain dana, kesiapan pensiun juga mencakup perlindungan terhadap risiko. Head of Investment & Insurance Products Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia Djoko Sulistyo menekankan pentingnya keseimbangan antara investasi dan proteksi. “Dengan menggabungkan investasi yang bijak dan proteksi melalui asuransi, nasabah dapat menjaga daya beli dan aset, memperoleh ketenangan pikiran, tetap mandiri, dan menikmati masa tua dengan percaya diri,” katanya.
Urgensi perencanaan ini turut diperkuat tren global. Studi CIO Insights mencatat harapan hidup manusia meningkat dari sekitar 40 tahun pada 1900 menjadi lebih dari 74 tahun saat ini, mendorong berkembangnya silver economy. Ekosistem ekonomi lansia, yang mencakup layanan kesehatan, perumahan, transportasi, hingga teknologi, diperkirakan menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi bernilai triliunan dolar di masa depan.
(nng)
Lihat Juga :