BI Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh 4,9%–5,7% di 2026
Rabu, 21 Januari 2026 - 19:22 WIB
Sementara untuk tahun 2025, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 4,7% persen hingga 5,5%. Sedangkan pada triwulan IV-2025, pertumbuhan ekonomi diperkirakan lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya, didorong oleh kenaikan permintaan domestik, membaiknya keyakinan pelaku usaha, serta peningkatan stimulus fiskal pemerintah.
Memasuki 2026, BI menilai pertumbuhan ekonomi akan semakin kuat sejalan dengan penguatan konsumsi rumah tangga dan peningkatan investasi. Efektivitas berbagai program stimulus pemerintah dinilai perlu terus diperkuat untuk mendorong penyerapan tenaga kerja dan meningkatkan daya beli masyarakat.
"Investasi juga diperkirakan lebih tinggi ditopang oleh berlanjutnya program-program prioritas pemerintah termasuk hilirisasi sumber daya alam sehingga diharapkan makin dapat meningkatkan produktivitas dan kapasitas perekonomian," kata Perry.
Untuk mendukung prospek tersebut, Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan melalui sinergi kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran, yang dikombinasikan dengan stimulus fiskal dan kebijakan sektor riil pemerintah.
Selain mendorong pertumbuhan, BI juga menekankan pentingnya menjaga ketahanan eksternal ekonomi, termasuk memperkuat neraca pembayaran Indonesia, di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan volatilitas pasar keuangan internasional.
Memasuki 2026, BI menilai pertumbuhan ekonomi akan semakin kuat sejalan dengan penguatan konsumsi rumah tangga dan peningkatan investasi. Efektivitas berbagai program stimulus pemerintah dinilai perlu terus diperkuat untuk mendorong penyerapan tenaga kerja dan meningkatkan daya beli masyarakat.
"Investasi juga diperkirakan lebih tinggi ditopang oleh berlanjutnya program-program prioritas pemerintah termasuk hilirisasi sumber daya alam sehingga diharapkan makin dapat meningkatkan produktivitas dan kapasitas perekonomian," kata Perry.
Untuk mendukung prospek tersebut, Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan melalui sinergi kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran, yang dikombinasikan dengan stimulus fiskal dan kebijakan sektor riil pemerintah.
Selain mendorong pertumbuhan, BI juga menekankan pentingnya menjaga ketahanan eksternal ekonomi, termasuk memperkuat neraca pembayaran Indonesia, di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan volatilitas pasar keuangan internasional.
Lihat Juga :